Jamu Mbah Joyo Terus Pertahankan Kualitas

FOTO BERSAMA : Mbah Joyo (Baju Biru) bersama Panitia dan Juri Kontes Ayam Laga Bekasi (KOASI) saat menyantuni anak Yatim di Kp. Pengairan, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Minggu (18/3/2018).

TAMBUN SELATAN – Berangkat dari hobi ayam laga jamu “Mbah Joyo” yang diproduksi masal sejak tahun 2012 di Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan oleh pengusaha Sutrajaya, kini mulai berkembang pesat hingga mancanegara.

“Sejak 20 tahun lalu jamu Mbah Joyo ini sudah ada sebelum ramainya kontes ayam laga sekarang ini, perlahan-lahan kita pun berkembang mengikuti kemajuan zaman seiring meluasnya penggemar ayam terutama kontes ayam laga,” kata Sutrajaya saat diwawancarai Bekasi Ekspres, Minggu (18/3/2018).

Mbah Joyo sapaan akrab Sutrajaya menilai bahwa racikan jamunya sudah sangat sempurna, sehingga demikian produk jamu ayam laga ini pun laris manis di pasaran.

“Kualitas yang memang bagus, dan cocok digunakan oleh pecinta ayam laga. Alhamdulillah, hingga sekarang masih tetap bertahan dan eksis di pasaran seiring bertambahnya para peminat,” ucap Mbah Joyo saat menghadiri Kontes Ayam Laga Bekasi (KOASI) di Kp. Pengairan, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

SPONSOR : Produk jamu Mbah Joyo saat menjadi Sponsor Tunggal acara KOASI di Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, jamu Mbah Joyo sendiri pun telah memiliki riset yang dikeluarkan oleh Universitas Gajah Mada, sehingga kedua produk Mbah Joyo diakui memiliki daya ketahanan tubuh atau doping untuk stamina ayam laga.

“Kalau kita campurkan jamu Mbah Joyo dengan senyawa daging yang ada di daging sapi, maka akan menghasilkan kekuatan tiga kali lipat daripada kekuatan biasa,” jelasnya.

Oleh sebab itu, kata Mbah Joyo, produk jamunya pun dipatenkan dengan adanya Hak Cipta yang dikeluarkan oleh Kemenkumham RI sejak 2014 lalu. (GUN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*