Groundbreaking Pembangunan PiIot Project Pengolahan Sampah Secara Termal

RESMIKAN : Ground Breaking PLTSa Bantargebang bersama Kepala BPPT

BANTAR GEBANG – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknoiogi (BPPT), terus mendukung pelaksanaan proyek strategis nasionai (Perpres No. 58/2017) terkait proyek infrastruktur energi asal sampah kota-kota besar di Indonesia. Hal ini diwujudkan dengan pembangunan PiIot Project Pengoiahan Sampah Proses Termal (PLTSa) di Tempat Pengoiahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Adapun pembangunan Pilot Project Pengolahan Sampah Proses Termal ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama (MoU) antara Pemprov DKI Jakarta dan BPPT dalam pengkajian, penerapan dan pemasyarakatan teknologi untuk mendukung pembangunan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, khususnya pengkajian dan penerapan teknoiogi pengolahan sampah

Disampaikan Kepala BPPT, Unggul Priyanto dalam acara Groundbreaking Pembangunan Pilot Project Pengoiahan Sampah secara Termal (PLTSa), di TPST Bantar Gebang, bahwa kota-kota besar di indonesia seperti DKI Jakarta yang timbunan sampahnya mencapai 7000 ton/hari, memerlukan solusi teknologi untuk memusnahkan sampah secara cepat, signifikan dan ramah Iingkungan, yaitu dengan proses termal.

”Teknoiogi ini sudah proven dan paling banyak dipakai di negara maju seperti Jepang, Jerman dan negara-negara di Eropa Iainnya. Teknologi ini diiengkapi dengan sarana pengendalian pencemaran baik pencemaran air maupun udara sehingga aman terhadap iingkungan,” ungkap Kepaia BPPT.

Kepaia BPPT juga menerangkan bahwa teknoiogi pengoiahan sampah secara termal ini juga dapat menghasilkan listrik dari sampah, sehingga sering disebut dengan PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Pilot Project ini mempunyai kapasitas 50 ton per hari, dengan hasil listrik 400 Kw, menggunakan teknoiogi termal tipe Stoker-grate.

”Namun demikian perlu disepakati bahwa tujuan utama dari penerapan teknologi termal di sini, adalah untuk pemusnahan sampah secara cepat. Jadi Iistrik yang dihasilkan, anggap saja hanya sebagai bonus,” jelasnya.

Pilot Project PLTSa yang akan dibangun di Bantar Gebang inipun mulai dari desain dan pelaksanaan pekerjaan pembangunanya akan diiakukan oieh putra bangsa Indonesia sendiri, sebagai upaya peningkatan daya saing dan mewujudkan kedaulatan bangsa.

“Kami mengharapkan agar Pembangunan Pilot Project PLTSa ini akan seiesai dalam satu tahun. Untuk itu diperiukan komitmen tinggi dari kedua belah pihak, serta dukungan dan sinergi antar pemangku kepentingan iainnya.Setelah seiesai pembangunan, uji coba dan pengoperasiannya akan dilakukan bersama antara BPPT dengan Pemprov DKI Jakarta yang diatur dalam suatu perjanjian kerjasama,” ucap Kepaia BPPT di akhir sambutannya. (GUN/ADV HUMAS)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*