Masih Status Quo, Muskot IPSI Mustikajaya Tuai Kritik

Ketua KONI Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan.

BEKASI SELATAN – Pelaksanaan musyawarah kota (Muskot) Ke-VI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bekasi yang berlangsung di aula Kantor Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Sabtu (31/3/2018) lalu dinilai memprihatinkan.

Selain terkesan terburu-buru dalam pemilihan Ketua IPSI Kota Bekasi, pelaksaan Muskot tersebut bahkan tidak dihadiri oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi.

Ketua KONI Kota Bekasi, H. Abdul Rosyad Irwan mengaku belum menerima undangan secara resmi dari pengurus IPSI, baik dari Kota Bekasi maupun Pemprov Jawa Barat (Jabar) guna pelaksaan Moskot tersebut.

Padahal, dalam undangan pelaksanaan Muskot ke-VI IPSI Kota Bekasi tersebut tercantum tembusan atas nama Ketua Umum KONI Kota Bekasi. Nyatanya, Ketua KONI mengaku tidak ada laporan apapun terkait pelaksanaan Muskot tersebut.

“Sebelumnya saya hanya dikirimkan surat undangan melalui WhatsApp, tapi belum ada keterangan lokasi pelaksanaannya dan sampai saat ini pun tidak ada surat undangan Muskot itu yang sampai di KONI,” aku pria yang akrab disapa Bang Yan saat ditemui di lingkungan Gedung KONI Kota Bekasi, Senin malam (2/4/2018).

Ian pun menyayangkan hal tersebut. Padahal ia berharap, pembentukan kepengurusan IPSI Kota Bekasi yang merupakan salah satu cabang olahraga (Cabor) prestasi di bawah naungan KONI bisa dilaksanakan sesuai dengan AD/ART yang berlaku.

“Lagian pula status IPSI Kota Bekasi itu kan masih status quo, dan ketua Rahmadsyah juga sudah demisioner. Seharusnya tidak perlu ada Caretaker dalam pergantian pengurus,” tambahnya.

Selain itu ia juga mengaku bahwa sampai saat ini belum ada laporan apapun terkait pelaksanaan Muskot ke-VI IPSI tersebut, baik dalam pelaksanaan maupun hasil keputusannya.

Di sisi lain, kekecewaan terhadap hasil Muskot pun disampaikan langsung oleh salah satu anggota IPSI Kota Bekasi, Hariadi yang berasal dari Perguruan Pencak Silat (PPS) Merpati Putih.

Ia menilai, perjalanan Muskot IPSI Kota Bekasi ke-VI yang digelar secara tiba-tiba tersebut diduga ada unsur pemaksaan, terlebih pada pelaksanaannya sejumlah peserta tidak diundang secara legal dan terkesan terburu-buru dalam perjalanan Muskotnya.

Menurutnya, dalam perjalanan Muskot ke-VI IPSI Kota Bekasi juga diduga adanya pemaksaan kehendak dari Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Jawa Barat.

Maka dari itu, penyertaan beberapa perguruan PS yang sudah menyatakan keluar dari IPSI Kota Bekasi tahun 2013, terkesan terlalu memaksakan pada satu figur Caretaker, dan sebagaimana juga disetujui Pengprov IPSI Jawa Barat

“Akan adanya pemaksaan tersebut, saya terpaksa mengambil jalur hukum untuk menggagalkan acara Muskot ke-VI IPSI Kota Bekasi,” ungkap Hariadi.

Selain itu kata Hariadi, setidaknya akan ada sekitar 17 perguruan Pencak Silat yang keluar sidang dari 24 yang sudah terverifikasi di tahun 2018.

“Malah, dari saudara Rahmadsyah yang kini masih sah menjadi Ketua IPSI Kota Bekasi saja dibatalkan secara sepihak oleh pimpinan sidang dengan menggunakan peserta sidang lain sebagai senjatanya. Dan semua ini dinilai sudah direncakan,” pungkasnya.(GUN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*