Tri Adhianto : Rp.5,1 Juta Intensif Guru Diberikan Setiap Bulannya

DEBAT TERBUKA : Debat publik yang digelar KPU Kota Bekasi, di Gedung Serbaguna Al-Muhajirien Bekasi, di Jalan Cut Mutia No. 53, Margahayu, Bekasi Timur, Rabu (11/4)

BEKASI TIMUR – Calon Wakil Wali Kota Bekasi periode 2018-2023, Tri Adhianto menjelaskan bahwa, kualitas pendidikan harus dibarengi upaya meningkatkan kesejahteraan bagi para pelaku pendidikannya. Sebab, tanpa didukung peningkatan kesejahteraan tersebut, mustahil pendidikan di Kota Bekasi bisa menjadi berkualitas.

Dalam debat publik yang digelar KPU Kota Bekasi, di Gedung Serbaguna Al-Muhajirien Bekasi, di Jalan Cut Mutia No. 53, Margahayu, Bekasi Timur, Rabu (11/4), Tri menjelaskan bahwa, Pemerintah Kota Bekasi, telah meningkatkan kesejahteraan melalui pemberian tunjangan insentif sebesar Rp 3,9 juta sampai 5,1 juta setiap bulannya kepada masing-masing guru. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kesejahteraan guru di Jawa Barat.

“Ini merupakan bukti bahwa Pemerintah Kota Bekasi mampu mensejahterakan guru dengan insentif yang diberikan mulai dari Rp 3,9 juta sampai 5,1 juta. Jadi kalau mau pendidikan kita lebih baik dan maju, maka kita harus dapat mensejahterakan dulu para pelaku pendidikannya. Sehingga, kualitas penddidikan itu bisa menghasilkan para lulusan terbaik,” katanya, menjawab pertanyaan calon Wakil Wali Kota Bekasi, Adhy Firdaus, pada sesi tanya jawab di debat publik.

Menurutnya, sejak diberlakukannya UU nomor 23 tahun 2014 tentang pengelolaan SMA/SMK yang menjadi tanggung jawab Pemeritah Provinsi, Tri mengungkapkan bahwa Pemkot Bekasi telah melayangkan surat kepada Gubernur Jawa Barat, agar pengelolaan SMA dan SMK diserahkan kembali kepada Pemkot Bekasi.

Sebab, APBD Kota Bekasi pada tahun 2018 yang mencapai sekitar Rp 6 triliun, dianggap mampu mengcover kebutuhan biaya operasional mulai dari tingkat SD sampai jenjang SMA/SMK.

“Kita sudah hitung kebutuhan untuk tingkat SMA dan SMK dan melaui APBD yang kita miliki, kita sanggup makanya kita meminta supaya SMA dan SMK diserahkan kembali pengelolaannya kepada Pemkot Bekasi,” ujar Tri.

Total anggaran bagi SMA/SMK sekitar Rp 245 miliar. Kami telah sepakat dan nantinya anggaran itu akan kita kucurkan pada tahun 2019.

Masing-masing peserta didik tingkat SMA/SMK negeri nantinya, diberikan bantuan pendidikan sebesar Rp 175 ribu setiap bulannya. Sedangkan, untuk SMA/SMK swasta akan diberikan biaya dari Pemkot Bekasi sebesar Rp 100 ribu setiap siswa perbulannya.

“Untuk menerapkan program pendidikan dua belas tahun, kita sudah hitung semua kebutuhannya mulai dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK negeri serta swasta. Dan semuanya akan gratis,” tuturnya.(GUN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*