Pendaftaran SMAN/SMKN Jalur Non Akademik Bermasalah

Ilustrasi PPDB ONLINE. (Ist)

BEKASI SELATAN – Sejak dibukanya pendaftaran SMAN/SMKN di Kota/Kab Bekasi sejak Senin (4/6/2018), banyak orangtua siswa kecewa karena panitia PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) sering menolak berkas dengan berbagai alasan.

Elisabet (45) yang ingin mendaftarkan anaknya ke SMAN 10 Kota Bekasi melalui jalur penghargaan maslahat bagi guru (PMG) harus gagal total karena panitia setempat meminta syarat sertifikasi guru.

“Itu jalur mestinya penghargaan untuk semua guru, baik yang ASN atau guru honorer. Kenapa harus memakai syarat sertifikasi, kan aneh. Sedangkan ketentuan tersebut tidak diatur secara rinci. Harus adil masa pilih-pilih,” jelas Elisabet.

Begitu juga jalur prestasi yang harus melalui verifikasi dan membawa piagam atau piala yang pernah didapatkannya. Sedangkan untuk jalur keluarga ekonomi tidak mampu (KETM/ SKTM), calon siswa harus melampirkan foto rumah, rekening listrik.

“Tidak dijelaskan jika rumah tersebut mengontrak atau menempati rumah saudara.Membludaknya pendaftaran membuat panitia kewalahan dan membatasi dengan nomor antrean,” ujarnya.

Menurut Didit Susilo, pemerhati kebijakan publik Bekasi, sistem online yang dijanjikan ternyata juga tidak jelas karena masih manual. Juklak juknis yang ada beda dalam penerapan di lapangan, sehingga orangtua siswa minim informasi dan bingung.

“Harus diambil langkah kebijakan yang cepat dan jelas agar orangtua siswa tidak bingung dan akan menimbulkan permasalahan krusial di kemudian hari,” jelas Didit.

Untuk diketahui, dalam PPDB SMAN/SMKN Provinsi Jawa Barat tahun ini pendaftaran dibuka dari tanggal 4 hingga 8 Juni 2018 mendatang. Dibuka dua jalur non akademik dengan kuota 60 persen, terdiri jalur keluarga ekonomi tidak mampu 20 persen, prestasi 15 persen, maslahat bagi guru 5 persen, warga penduduk setempat 10 persen dan penyandang disabilitas 5 persen.(RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*