Secara Riil Politik, Paslon Pepen-Tri Diprediksi Menang Mudah

Ilustrasi (ist)

BEKASI- Hari pencoblosan sudah di depan mata. Haru biru masa kampanye telah dilewati. Pasang surut dalam berdemokrasi ternyata sulit untuk tampil membawa kegembiraan layaknya pesta demokrasi. Tetap saja dalam meraih kekuasaan kadang jauh dari nalar demokrasi yang sehat. Ada beberapa catatan yang muncul sempat mengaduk aduk emosi para pendukung Paslon. Maraknya berita hoax, fitnah dan ujaran kebencian. Bahkan dalam kampanye resmi Paslon juga muncul ujaran kebencian dan SARA. Hal tersebut diungkapkan Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo.

Menurutnya, di masa tenang masih saja marak selebaran yang berisi berbagai kampanye hitam ala demokrasi premanisme. “Tapi repotnya hal tersebut sulit diusut secara hukum dan pasti semua timses membantah melakukan kampanye hitam. Kalaupun pelakunya tertangkap, pasti hanya orang suruhan, sedangkan aktor intelektualnya tetap tidak tersentuh,” bebernya.

Didit pun menyebut bahwa masa pra pencoblosan ternyata banyak ditemui calon pemilih tidak mendapat undangan. Meski bisa menggunakan hak pilih dengan E-KTP dan KK sebelum TPS ditutup.

Penurunan jumlah DPT sekitar 300 ribu calon pemilih, ternyata berdampak pada calon pemilih yang tidak mendapat undangan karena tidak terdaftar dalam DPT. ” Masih ada undangan yang tidak tetap sasaran karena calon pemilih sudah meninggal dunia, tapi masih terdaftar dalam DPT,” jelas Didit.

Didit menegaskan warga masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam pengawasan langsung di setiap TPS saat pencoblosan dan penghitungan. Dokumentasi diperlukan jika menemukan potensi pelanggaran dan kecurangan segera laporkan ke Panwascam setempat,” ujarnya.

Dalam pengamatan dan kesimpulan berbagai lembaga survei diprediksi secara riil Paslon petahana Rahmat Effendi- Tri Adhianto akan menang mudah.

“Hingga saat ini tidak ada kejadian politik yang luar biasa sehingga secara riil petahana akan melenggang. Cuma diprediksi justru angka golput sangat mengkuatirkan karena terbentur pemilih urban yang sebagian belum balik ke Kota Bekasi disebabkan masih libur panjang anak sekolah,” ulasnya.

Diharapkan stakeholders warga setempat yaitu RT/RW untuk aktif mengimbau warga yang sudah wajib memilih untuk menggunakan hak pilihnya. ” Meski ini kontestasi, tetap jaga kondusifitas dan saling silaturahmi saat menuju TPS, apalagi masih suasana lebaran,” pungkasnya. (ZAL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*