Berjiwa Besar, Rahmat Effendi Maafkan Penyebar Hoax

DATANGI POLRESTRO : Calon Walikota Bekasi, Rahmat Effendi usai menjenguk pelaku penyebar HOAX di Polrestro Bekasi Kota.

BEKASI SELATAN – Mulutmu adalah harimaumu. Pepatah ini menjadi pelajaran penting bagi warganet yang sering latah dalam menggunakan Media Sosial (Medsos). Terlebih, ujaran ataupun kata-kata yang cenderung mengarah dan memperkeruh keadaan. Jangan hanya karena ketidaktahuan mengenai aturan, malah terjerat perkara hukum.

Di tengah gencarnya pihak Polrestro Bekasi Kota melawan berita hoax dan ujaran kebencian pada Pilkada Kota Bekasi yang baru saja selesai dilaksanakan pada 27 Juni 2018 kemarin, masih ada oknum melakukan praktik penyebaran ujaran kebencian, fitnah, pencemaran nama baik, pembunuhan karakter hingga perbuatan tak menyenangkan.

Ini pula yang menerpa Calon Walikota Bekasi, Rahmat Effendi. Namun dengan jiwa besarnya, Rahmat Effendi memaafkan kekhilafan dan kesalahan, yang telah dilakukan MH, dengan harapan ke depan tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut.

Seusai menjenguk MH, Rahmat Effendi yang sering disapa dengan panggilan ‘Bang Pepen’ saat diwawancarai oleh para awak media mengatakan bahwa dirinya sudah memaafkannya. Tidak hanya itu saja, pelaku pun memohon kepada dirinya agar dibebaskan dari jeratan hukum ini.

“Untuk ke depan hati-hati dan tidak mudah memfitnah orang lain lagi, kepada siapa pun juga. Karena rentan dipolisikan dan berurusan dengan hukum,” ucap Pepen kepada MH. Seraya menambahkan, Rahmat Effendi ikhlas, karena MH sendiri sudah mengakui kesalahannya.

“Saya ikhlas yang bersangkutan mengakui kesalahanya dan meminta maaf. Karena sudah minta maaf komunikasi dengan saya ya saya maafkan,” ungkapnya.

Rahmat Effendi juga menganggap persoalan terhadap dirinya dan MH sudah selesai, dan mengenai proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur. Dirinya pun meminta agar masyarakat Kota Bekasi tetap menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi isu-isu SARA apapun nantinya. (GUN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*