UMSK Kota Bekasi Naik 8,7 Persen

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Kosim

BEKASI SELATAN – Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Bekasi 2018 disepakati naik 8,71% dari upah tahun lalu. Meski baru disepakati, kenaikan tersebut sudah berlaku sejak 1 Januari 2018 lalu.

Kesepakatan dilakukan rapat Dewan Pengupahan Kota Bekasi bersama perwakilan pengusaha, kaum pekerja, akademisi serta Dinas Tenaga Kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Kosim mengatakan, setelah disepakati naik menjadi 8,71% dari UMSK 2017 lalu. Namun, berlakunya mulai dari Januari lalu.

“Jadi, yang gajian bulan Januari dan Februari yang masih kurang akan dibayarkan pada gajian selanjutnya,” katanya di Bekasi, Selasa (3/7/2018)

Menurutnya, kenaikan UMSK akhirnya ditetapkan setelah melalui negosiasi alot, terutama antara pihak pengusaha dan kaum pekerja. Tahun ini, berdasarkan hitungan kaum pekerja, mereka menginginkan kenaikan UMSK sebesar 15%. Kenaikan tersebut didasarkan pada kenaikan harga di pasangan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Kenaikan UMKS Kota Bekasi yang mencapai 8,7%, kata dia, hingga saat ini kalangan pengusaha tidak ada yang keberatan, kenaikan sudah disepakati keduanya.

Setelah disepakati, lanjut dia, berita acaranya telah ditandatangani kedua belah pihak, termasuk pemerintah. Berita acara ini kemudian dikirimkan ke Provinsi Jawa Barat. “Laporan yang saya terima, berita acara sudah diterima langsung oleh Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.

Kosim menambahkan, kesepakatan tersebut kemudian telah disampaikan pada Gubernur Jawa Barat untuk ditetapkan. Sesuai ketentuan, kesepakatan akan ditetapkan maksimal tujuh hari kerja setelah berita cara diterima pihak provinsi. Sehingga, UMSK Kota Bekasi 2018 sudah diberlakukan.

Untuk diketahui, UMK merupakan batas pembayaran upah terendah untuk suatu daerah dan berlaku bagi buruh lajang dengan masa kerja dibawah satu tahun, yang ditetapkan oleh setiap Gubernur diwilayahnya. Sedangkan UMSK merupakan bayaran terendah yang didasari pada jenis bidang industri.

Di Bekasi terdapat empat sektor industri. Setiap sektor memiliki UMSK berbeda. Pertama, sektor garmen dan pengolahan makanan dengan UMSK 2017 sebesar Rp3.772.000; kedua, sektor elektronik dengan UMSK Rp3.807.000; ketiga, sektor logam, kimia dan farmasi dengan UMSK Rp3.945.000; keempat, sektor otomotif dengan UMSK Rp4.122.000. (ADV)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*