PPDB Online Tuai Masalah, Kadisdik Salahkan Tim dan Masyarakat

Ilustrasi PPDB ONLINE. (Ist)

BEKASI SELATAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menjawab kritikan terkait PPDB Online Kota Bekasi yang dinilai kurang sosialisasi terkait penerapan penerimaan siswa baru dengan sistem online, namun mereka tetap mendaftarkan secara manual.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie mengatakan bahwa sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Kota Bekasi 2018 tingkat SMP Negeri sudah dilakukan.

“Karena sosialisasi itu bukan hanya kita lagi yang laksanakan, mulai dari tingkat RW, Kelurahan dan Kecamatan, belum lagi medsos dan youtube, semua sudah disosialisasikan,” ujar Ali Fauzie kepada wartawan, Kamis (5/7/2018).

Dinilai kerap sekali bermasalah dalam penerimaan, Disdik pun enggan disalahkan dan melemparnya kepada tim-tim yang sudah mensosialisasikan PPDB Online.

“Sudah ada Tim-tim yang melakukan sosialisasi, coba tanya saja ke Kelurahan dan RW, sudah sampai dimana sosialiasasinya,” tambahnya.

Tak hanya itu saja, Permasalahan PPDB Online sendiri, kata Ali, justru terjadi karena terkendala oleh masyarakat sendiri yang dianggap Gagap Teknologi (Gaptek).

“Kendalanya, biasalah masyarakat yang gaptek. Kalau masyarakat gaptek pasti datang ke sekolah, kan tidak semua masyarakat mengerti,”tukasnya.

Sebelumnya, pengamat pendidikan, Tengku Imam Kobul Moh Yahya S menilai permasalahan PPDB Online 2018 tingkat SMP paling pokoknya kurangnya sosialisasi, sehingga masyarakat mendaftar itu harus pergi ke sekolah padahal itu online.

“Karena kurang sosialisasi, jadi saat ini, hari pertama dan kedua pendaftaraan PPDB Online, masyarakat masih antre ke sekolah,” kata Imam pada Rabu 4 Juli 2018.(GUN)

1 Comment

  1. Peraturan zonasi yg sangat dholim, artinya bagi warga yg kelurahannya tidak punya sekolah smp dan nilainya hanya di angka 24 sd 25 ( rata2 8++) , di petsilahkan masuk sekolah swasta. Makin NGAWUR AJA NEGRI INI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*