Milad 4 Th Rumba HOS Tjokroaminoto, Tekankan Pendidikan Budi Pekerti

TARUMAJAYA – Peringatan milad ke 4 tahun Rumah Baca (Rumba) HOS Tjokroaminoto di Kabupaten Bekasi, diapresiasi oleh salah satu keturunan HOS Tjokroaminoto, Willy Tjokroaminoto.

Pada acara memperingati Milad ke 4 Rumba HOS Tjokroaminoto yang digelar di Villa Mutiara Gading Tarumajaya Bekasi tersebut, Willy menyampaikan, dirinya bersyukur dalam 4 tahun ini Rumba sudah menginspirasi di beberapa cabang Syarikat Islam daerah lain untuk membuat rumah baca juga.

Meskipun nama rumba di daerah lain berbeda, menurut cicit dari HOS Tjokroaminoto ini, pada umumnya nama rumba itu diambil dari nama tokoh-tokoh Syarikat Islam.

Menurut Willy, pendidikan yang selalu ditekankan oleh HOS Tjokroaminoto, adalah budi pekerti, kemerdekaan dan kemandirian.

“Untuk pendidikan-pendidikan seperti itu, perlu keteladanan atau contoh. Berbeda dengan pendidikan lainnya seperti matematika yang perlu pengajaran,” tutur Willy, Minggu (24/2).

Menurut dia, konsep pendidikan sekarang ini sudah berkembang, diiringi kecerdasan yang majemuk.

“Namun dalam praktiknya, pendidikan di Indonesia ini masih menggunakan kecerdasan logis. Kecerdasan lainnya seperti kecerdasan natural, parsial justru kurang diperhatikan, padahal kecerdasan tersebut tidak kalah berharganya,” kata Willy.

Karena itu, lanjut dia, kedepannya diharapkan kepada pemerintah agar konsep pendidikan lebih mengedepankan kecerdasan majemuk.

Selain itu, Willy juga berharap, pemerintah lebih memperhatikan anak-anak berkebutuhan khusus.

“Karena menurut saya, Allah menciptakan sesuatu seperti anak berkebutuhan khusus ini, pasti ada maksudnya,” ujarnya.

Anak berkebutuhan khusus, menurut Willy, terkadang punya potensi, karena itu menjadi tugas pemerintah untuk memperhatikan ABK tersebut.

“Artinya, kedepan sistem pendidikan Nasional bisa lebih memperhatikan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus,” harapnya.

Willy mencontohkan, di Rumba HOS Tjokroaminoto Bekasi ini ada seorang anak berkebutuhan khusus yang luar biasa.

“Ridwan nama anak berkebutuhan khusus itu mempunyai kecerdasan parsial. Dia bisa menciptakan foto-foto bernilai seni tinggi. Bahkan Ridwan juga pernah mengajar fotografer di salah satu universitas di Korea Selatan,” paparnya.

Willy yang Wakil Sekjen Syarikat Islam ini menjelaskan, terkait dengan sikap politik yang bisa dijadikan contoh dari HOS Tjokroaminoto, diantaranya adalah pendidikan politik yang bisa diterapkan pada konstetasi politik saat ini, seperti politik santun dan tanpa hoaks.

“Dalam konstetasi politik disaat pemilu ini, boleh mengkritisi, tapi kritik yang rasional, kritik membangun, boleh mengkritik program kebijakan dari pemerintah maupun calon lain,” ucapnya.

Bila pendidikan politik diterapkan, dia menambahkan, maka rakyat akan lebih terdidik dalam berpolitik.

“Ketika pemimpin sudah terpilih, maka rakyat Indonesia harus bisa menerima hasil pemilihan tersebut, dan mendukung kebijakannya,” tutup Willy.(HEN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*