Tiga Kader Golkar Berebut Posisi Wakil Bupati Bekasi

Budiarta

CIKARANG PUSAT – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja tidak akan lama lagi diangkat menjadi Bupati definitif menggantikan Neneng Hasanah Yasin yang mengundurkan diri sebagai Bupati Bekasi. Surat pengunduran NHY sendiri sudah di paripurnakan dan dibacakan pada Jumat (15/03/2019) lalu, oleh Wakil Ketua DPRD Mustakim.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Budiarta mengatakan Partai Golkar masih melihat perkembangan terlebih dahulu. Setelah Eka Supria Atmaja menjadi Bupati Bekasi definitif, setelah itu baru akan dilakukan musyawarah terkait posisi Wabup setelah Pilpres 2019.

“Kita (Partai Golkar) sudah melakukan komunikasi ke DPRD, Ketua DPRD nya juga kader golkar meminta segera mengagendakan paripurna agar Pak Eka dilantik menjadi Bupati definitif. Bahkan Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi pun meminta agar sebelum Pemilu pelantikan Eka sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya di wawancarai, Jumat (15/03/2018).

Jelas Budi, Eka Supria Atmaja diharapkan sudah menjadi bupati definitif sebelum Pemilu 2019 digelar. Setelah Pilpres dan Pileg, Partai Golkar akan mempersiapkan kader golkar untuk posisi Wakil Bupati Bekasi mendampingi Eka Supria Atmaja.

“Terkait pemerintahan, nantinya Pak Eka yang akan berkoordinasi dengan Kemendagri dan Gubernur Jabar,”imbuhnya .

Rumor yang berkembang apakah nasib Eka Supria Atmaja akan sama dengan Walikota Bekasi, Rahmat Efendi yang tidak memiliki pendamping, menurut dia, Pa Eka ada pendampingnya. Karena, sambung Budi, supaya pemerintahan ini dapat berjalan dengan efektif, ada peran pengawas dari seorang Wakil Bupati dan lainnya dengan tujuan pembangunan di Kabupaten Bekasi dapat berjalan normal dan makin bagus lagi, serta serapan APBD nya tidak tetjadi silpa yang nilainya begitu besar.

Disinggung kandidat dari Partai Golkar yang kuat mendampingi Eka, Budi menyebut ada tiga nama, diantaranya KH.Iip, Novi Yasin dan Guntur Mulyana. Di internal Partai Golkar yang mencuat tiga nama itu, karena Partai Golkar butuh kader yang loyal dan royal kepada masyarakat maupun organisasi.

“Insya Allah ketiga nama ini loyal dan royal, karena ini keinginan dari Partai Golkar juga tentunya,” ujar dia mengakhiri.(DEJ)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*