DPMPTSP Akui Banyak Baliho Iklan Tidak Berizin, Berdampak PAD Jeblok?

BALIHO IKLAN ROKOK: Salah satu Baliho iklan rokok yang berdiri kokoh di Jalan Imam Bonjol, Cikarang Barat.

CIKARANG PUSAT – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, mengakui masih banyak baliho iklan yang berdiri kokoh di ruas jalan setempat tidak mentaati peraturan perizinan.

Staf Bidang Pendataan dan Perizinan DPMPTSP Kabupaten Bekasi, R Gege Sugita Soediro mengatakan baliho iklan yang terpasang di sepanjang jalan di Kabupaten Bekasi yang berizin, seperti baliho iklan rokok yang sudah setahun tidak diterbitkan izinnya karena berbenturan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Larangan Merokok.

“Baliho iklan rokok dengan ukuran besar yang jelas tidak ada izinnya, lantaran berbenturan dengan Perbup Larangan Merokok,” ungkapnya diwawancarai, Senin (08/04/2019).

Terkait baliho iklan perumahan, ungkap dia, hanya ada dua pengembang perumahan yang rajin memperpanjang perizinannya, diantaranya Metland dan ISPI Group.

Namun dalam hal urusan pajaknya sudah bayar atau belum, papar dia, bisa ditanyakan langsung ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi.

“Kalau izin pastinya di DPMPTSP, tapi kalau urusan pajaknya, bisa ditanyakan ke Bapenda,”kata dia.

Menurut dia, idealnya ada tim yang bertugas mendata dan menertibkan baliho iklan tidak berizin, sedangkan di DPMPTSP tidak memiliki personel seperti di Kota Bekasi.

Diberitakan sebelumnya, tokoh masyarakat Kabupaten Bekasi, Damin Sada menyoal maraknya baliho iklan produk yang terpasang di sepanjang jalan Kabupaten Bekasi. Parahnya, baliho iklan dengan ukuran besar tersebut tidak ditemukan tanda telah melunasi pajaknya.

“Bapenda jangan diem aja, pelototin itu maraknya baliho iklan yang terpasang di sepanjang jalan. Kalau iklannya bayar pajak berati ada pemasukan buat PAD Kabupaten Bekasi, tapi kalo gak ada jangan dibiarin itu baliho terpasang. Kejar terus pajaknya,” demikian ujar dia.(DEJ)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*