Jaksa KPK Yakin Hakim Vonis Neneng Yasin Pasal 12 Huruf B UU Tipikor

PLEDOI TERDAKWA: Mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin bersama 4 terdakwa lainnya saat persidangan kasus suap izin Meikarta dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (15/05/2019).

BANDUNG- Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkeyakinan pasal 12 huruf b Undang-undang Tindak Pidana Korupsi terbukti terhadap mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Demikian diungkap Jaksa KPK, Yadyn usai persidangan 5 terdakwa kasus suap izin Meikarta dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (15/05/2019).

“Dalam pledoi tadi, jadi dia (Neneng Hasanah Yasin) berpikir tidak terbukti dengan pasal 12 huruf a dan 12 huruf b, dia maunya pasal 11,” beber Yadyn.

“Tapi prinsipnya dia membuka peristiwa-peristiwa lain yang banyak, artinya menjadi pertimbangan hakim untuk memutus dia.Namun kami (KPK) tetap berkeyakinan pasal 12 huruf b-nya terbukti,” sambung dia.

Untuk diketahui, dalam pasal 12 huruf b UU Tipikor dijelaskan bahwa pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

Sedangkan sanksi pidananya yaitu, penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).(ZAL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*