Eri Mutawali Sebut lingkup Trend Luas dan Tidak Selalu Identik dengan Pesantren

Eri Mutawali

BEKASI UTARA-Ketua Relawan Trend Ridwan Kamil (RK) Kota Bekasi, Eri Mutawali berharap Trend tidak selalu diidentifikasikan dengan pesantren. Karena jumlah madrasah ataupun yayasan pendidikan di dalam satu kota atau kabupaten lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah pesantren.

“Jadi kalau sasarannya hanya pesantren nanti terlalu kecil ruang lingkupnya. Contoh, di Kota Bekasi kalau didata Kementerian Agama hampir 80 an pesantren, tetapi yang besar tidak sampai 10,” ucap Gus Eri sapaan akrab Eri Mutawali usai pemotongan qurban di Ponpes Annur Bekasi Utara, Senin (12/08/2019).

Diungkapkanya, Trend sendiri pada dasarnya adalah pesantren pendukung RK (Sewaktu PilGub 2018).tetapi pada prakteknya kemudian diarahkan bukan hanya untuk pesantren, namun juga lembaga keagamaan lainya, misal madrasah,lembaga pendidikan,masjid dan mushola.

“Makanya Trend ini diberi tugas, salah satunya mengawal program program kang Emil, seperti OPOP (One Product One Pesantren), Satu Hafis Satu Desa, Magrib Mengaji, selain itu Kita juga diminta oleh Gubernur (RK) untuk memberi masukan serta merumuskan lewat trend pusat. Tapi yang paling fenomenal adalah bikin Perda Pesantren,” ujarnya.

Sebab, papar Eri, Perda Pesantren adalah produk hukum. Dengan adanya Perda Pesantren, ke depan pesantren tidak akan dinomorduakan oleh pemerintah.

“Jadi sudah ada payung hukumnya,dasar hukumnya, dan pesantren berhak mendapatkan fasilitas dari pemerintah secara rutin,” jelasnya.

Lebih lanjut Eri mengatakan, Trend akan menjadi advokasi dan wadah dalam bidang manajemen konsultan, bukan hanya di pesantren tetapi juga di lembaga keagamaan yang berada di luar pesantren.

“Jadi Perda Pesantren ini salah satu yang diutamakan bahkan diprioritaskan,” pungkasnya.(RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*