Truk Seenaknya Melintasi Perbaikan Jalan, Warga Kebalen Jadi Korban Kemacetan dan Polusi Udara

SEMRAWUT: Kondisi lalu lintas Jalan Raya Perjuangan, Kebalen, Babelan yang sedang diperbaiki kian macet dan terjadi polusi udara akibat truk pengangkut tanah dan armada berat lainnya yang seenaknya melintas tanpa mematuhi jam operasional.

BABELAN-Lalu lintas semrawut dan polusi udara tidak bisa dihindarkan terjadi di Jalan Raya Perjuangan, Kebalen, Babelan yang saat ini sedang dalam proses perbaikan.Hal itu akibat truk pengangkut tanah dan armada besar lainnya dengan intensitas tinggi lalu lalang tanpa mematuhi jam operasional yang berlaku.

Sontak saja warga setempat kembali berteriak lantang menanggapi hal tersebut.Darlim, salah satu warga Penggilingan Tengah, RT02/06 Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan menyindir tugas dan fungsi Camat, Lantas Polsek Babelan dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bekasi.

Menurut Darlim, seharusnya ketiga instansi berwenang itu cepat tanggap dengan kondisi yang terjadi saat ini. Minimal, kata Darlim, menempatkan personilnya untuk mengatur kelancaran lalu lintas di jalan tersebut.

“Sukur-sukur mereka (ketiga instansi) berani mengambil tindakan tegas menyikapi truk tanah dan armada besar lainnya yang seenaknya lalu lalang menabrak aturan jam operasional yang berlaku.Apalagi para pengusaha pemilik truk terkesan aji mumpung dengan menaikkan intensitas dan jumlah armada truk melintasi jalan yang sedang diperbaiki,” ujarnya.

Darlim menyebut kepentingan masyarakat tentang berlalu lintas sama sekali tidak dihiraukan. Bahkan, kata dia,macet dan polusi udara sudah tidak bisa dihindarkan.

Lanjut Darlim, armada truk itu tidak mengenal waktu untuk melintas, dan terjadi siang serta malam hari.

“Polusi udara semakin luar biasa akibat banyaknya lalu lalang kendaraan bertonase besar pengangkut tanah yang tidak sesuai dengan kemampuan badan jalan.Saya prediksi dalam sehari truk-truk itu melintas di sini sekitar 500 rit,” bebernya.

Dengan nada keras, Darlim mengungkapkan lebih baik Jalan Raya Perjuangan, Kebalen tidak usah diperbaiki, daripada perbaikan jalan itu hanya untuk memenuhi kepentingan para pengusaha dan pengembang ketimbang masyarakat setempat yang menjadi korban.

“Sekali lagi, ketiga instansi yang saya sebutkan di atas terkesan buta, tuli dan tidak punya nurani sama sekali untuk menciptakan keamanan, kenyamanan, ketentraman dan kesehatan bagi warganya,” demikian Darlim memgakhiri wawancara.(ZAL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*