Jembatan Fly Over Kranji Minim Penerangan, Kecelakaan dan Kejahatan Marak

MINIM PENERANGAN: Fly Over Kranji yang minim penerangan akibatkan kerap terjadi kecelakaan lalulintas dan maraknya kejahatan.

BEKASI BARAT-Minimnya penerangan serta rambu rambu lalulintas di sepanjang Jalan Sultan Agung, atau tepatnya di sekitar fly over Kranji, berdampak sering terjadinya kecelakaan dan maraknya aksi kejahatan di lokasi tersebut.

Terakhir kejadian lakalantas di sekitar fly over Kranji mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, terjadi pada tanggal 29 Agustus 2019 lalu, seorang warga yang menyeberang tertabrak sepeda motor.

Untuk menghindari hal serupa terulang, warga berharap Pemerintah Kota Bekasi memfasilitasi dan menertibkan kawasan tersebut.

“Kita mengharapkan penerangan jalan, rambu rambu lalulintas, kemudian ada petugas yang mengatur lalulintas. Kadang- kadang ya gitu, pengguna jalan takut kalau cuma ada petugas, kalau tidak ada ya seenaknya,” ujar Supriyadi warga sekitar fly over, Kamis (05/09/2019).

Sebab dikatakannya, Jalan Sultan Agung merupakan akses vital bagi orang yang akan bekerja dan jalur lintas kota dengan frekuensi lalulintas yang cukup padat, sehingga dengan minimnya lampu penerangan dan rambu rambu lalulintas akan membahayakan pengguna jalan tersebut, terutama di malam hari.

“Lampu penerangan dan marka jalannya harus diperhatikan, kayak kejadian kemaren, mungkin ngantuk atau enggak melihat karena peneranganya kurang, selain itu di atas (fly over) sering terjadi penodongan,” terangnya.

Dituturkan dia, dalam rentang satu bulan ini, selama bulan Agustus sampai September sudah terjadi 3 kali kecelakaan, salah satu korbannya meninggal dunia.

“Di bulan ini ada tiga kecelakaan, yang satu meninggal dunia dan yang lainya hanya luka-luka,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain di kelilingi kawasan padat penduduk, di sisi jalan sebelum fly over Kranji juga terdapat masjid yang dipergunakan oleh warga untuk beribadah, dia berharap pemerintah akan membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di lokasi tersebut.

“Ya intinya buat menyeberang warga, biar kita enggak was was karena petugas hanya mengatur di saat kemacetan saja,”pungkasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*