BAZNAS Kota Bekasi Salurkan Bantuan Zakat Senilai Dua Milliar Lebih

SERAHKAN ZAKAT: Baznas Kota Bekasi saat penyerahan bantuan zakat kepada siswa-siswi, mahasiswa, dan masyarakat.

BEKASI SELATAN-Baznas Kota Bekasi telah menyalurkan zakat senilai Rp 2.217.300.000 (dua miliar dua ratus tujuh belas juta tiga ratus ribu) di Aula KH.Noer Alie Islamic Center, Kota Bekasi, pada Selasa(10/09/ 2019) atau bertepatan dengan tanggal 10 Muharam 1441 H.

Bantuan Zakat tersebut disalurkan untuk membantu biaya pendidikan 2000 siswa-siswi dengan perincian, 1130 pelajar MI, 750 pelajar MTs, 510 pelajar MA, dan anak yatim juga 48 mahasiswa serta bedah rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Dalam laporanya, Ketua Baznas Kota Bekasi H. Paray Said mengatakan, penerimaan zakat, infak, sedekah (ZIS) tahun 2019 per tanggal 8 September sebesar Rp13.064.000.000 (tiga belas miliar enam puluh empat juta). Sementara pengeluaran mencapai Rp.10.337.000.000 (sepuluh miliar tiga ratus tiga puluh tujuh juta).

Angka tersebut, kata dia, tak mungkin tercapai tanpa kontribusi para muzakki, terutama dari ASN Kota Bekasi yang menunaikan kewajiban zakatnya melalui Baznas Kota Bekasi. Ia juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat akan ada kenaikan nishab zakat profesi. Sebab, kata dia, saat ini Baznas Kota Bekasi mengikuti fatwa MUI Kota Bekasi tahun 2009, di mana harga 1 gram emas masih Rp300 ribu sampai 400 ribu, sementara sekarang naik jadi Rp500-600 ribu.

“Maka akan ada penyesuaian. Sebelumnya, setiap pegawai yang bergaji Rp3 juta akan dipotong 2,5 persen. Jadi Rp75 ribu per bulan. Nah untuk nishab baru, setiap pegawai yang berpenghasilan minimal Rp4 juta baru wajib zakat, dipotong 2,5 persen atau Rp100 ribu,” kata ketua Baznas Kota Bekasi pada awak media di kantornya, Rabu (11/09/2019).

Kemudian dia memaparkan mengenai program unggulan beasiswa 1 Rumah Dhuafa 1 Sarjana (1 RD 1 S) yang saat ini sudah memasuki tahun ke empat, “Tahun depan, Insya Allah 12 mahasiswa angkatan pertama akan diwisuda. Yang patut dibanggakan adalah nilai Indeks Prestasi (IP) rata-rata mereka 3,5, bahkan beberapa kali ada yang mendapat 4,0,” ungkap H.Paray

“Dan tahun ini lebih ketat. Kami buat perjanjian yang melibatkan orangtua mahasiswa, bahwa apabila anak-anak IP semesternya di bawah 3 secara berturut-turut selama dua semester, maka akan di DO (diputus beasiswanya),”imbuhnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*