Dua Pegawai BUMD Terkena Razia Narkoba, Tes Urine Dinyatakan Positif

Kasat Narkoba Polrestro Bekasi Kota Kompol Sigit Haryono

BEKASI SELATAN-Dua orang pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PDAM di Kota Bekasi terjaring operasi Nila yang digelar Polres Metro Bekasi Kota pada (01/10/2019) malam di tempat hiburan di bilangan Galaxy, Bekasi Selatan.

Seperti diketahui, kedua pegawai berinisial KL dan ES sempat dibawa ke Mapolrestro Bekasi Kota bersama beberapa orang lainya yang terjaring dalam razia narkoba.

Menurut Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi Kota Kompol Sigit Haryono, saat ini keduanya masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian, meskipun terbukti positif tetapi tidak ditemukan barang bukti narkoba.

“Ini tahap penyelidikan, kami tidak bisa mengungkap identitas, orang baru dicurigai. Ada istilah hukum pertension of innocence. Kita tidak boleh menjudge orang itu bersalah sebelum pengadilan,”ujarnya di aula Mapolrestro Bekasi Kota Kamis, (03/10/2019).

Dikatakan Kompol Sigit, pada saat dites urine keduanya dinyatakan positif, namun menurutnya arti positif sendiri bermacam-macam.

“Jadi pada saat dites urine dia positif. Positif kan macam-macam. Sekarang aja kita minum obat Napacin, itu tes positif kita. Cuma harus didalamin dulu.Kita tanya kamu make apa tidak, kita geledah tempatnya,badanya tidak ketemu barang bukti,”terangnya.

Sehingga, lanjut Sigit, karena positif, di pasal 5 pasal 35 undang-undang tahun 2019 wajib untuk direhabilitasi. Dia menegaskan, keduanya terjaring razia Nila di sebuah tempat hiburan malam dan bukan sebab ditangkap.

“Di tempat hiburan malam, bukan penangkapan, itu kena razia. Saya detailnya belum tahu, jika nanti mengerucut,menyebut nama orang, dia punya keluarga dan dia tidak terbukti pidana ini,” jelas dia

Lebih lanjut, kompol Sigit enggan menyebut inisial kedua terduga, sebab saat ini menurut dia, keduanya tengah dalam pantauan dan pendalaman pihak kepolisian.

“Saya belum bisa ngasih tau. Kalau saya sebutkan, inikan masih saya pantau, kalau nanti jebol orangnya tau, wah, enggak bisa nangkep lagi. Karena prinsipnya, ketika orang itu positif, masuk data kami,”tukasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*