Wartawan Bekasi Jadi Korban Begal di Fly Over Kranji

Eko Purnomo menunjukkan surat laporan usai melapor di Mapolrestro Bekasi Kota.

BEKASI SELATAN- Fly over Kranji sebelumnya sering dikeluhkan masyarakat karena minimnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan rambu lalulintas, sehingga diduga sering menyebabkan kecelakaan lalulintas dan rawan kriminalitas.

Menanggapi hal tersebut, sebelumnya Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan akan segera bekerjasama dengan dinas terkait untuk menyelesaikannya.

“Kita akan komunikasi dengan Pemkot Bekasi terkait dengan penambahan fasilitas, apakah itu lampu penerangan, apakah itu rumble street, apakah itu warning live, terutama mungkin juga harus diberikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), karena memang cukup tinggi. Maka nanti dari analisa Dinas Perhubungan, apakah sudah ada ketentuan untuk disiapkan JPO?.Jadi permasalahanya bukan hanya memberikan keringanan kepada pihak keluarga, tetapi bagaimana kita menyelesaikan akar masalah,” ucap Tri Adhianto saat mendampingi pemberian santunan kepada seorang warga yang meninggal dunia (MD) akibat kecelakaan di fly over Kranji, Kamis (05/09/2019) lalu.

Belum lama ini,seorang wartawan Radio Elsinta Eko Purnomo (38) yang bertugas di wilayah hukum Bekasi, menjadi korban pembegalan di Jalan Sultan Agung, tepatnya setelah turunan fly over kranji Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Kamis (31/10/2019) sekira pukul 01.15 WIB sepulang meliput kegiatan di Lapas Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Menurut Eko, saat kejadian dia sedang mengendarai sepeda motor menuju rumahnya di Pondok Ungu. Tiba-tiba dua orang yang mengendarai satu unit sepeda motor memepetnya sambil mengacungkan senjata tajam jenis celurit.

“Baru lewat Jembatan fly over Kranji langsung diayunkan celurit dan langsung menjambret tas saya,” kata Eko kepada wartawan usai pelaporan ke Unit SPK di Mapolres Bekasi Kota, Jumat (04/10/2019) malam.

Selanjutnya, kata Eko, usai mengambil tas yang dibawanya, para pelaku begal langsung kabur dengan mengendarai motor bebek jenis Yamaha. Akibat kejadian tersebut korban megalami kerugian berupa sebuah tas selempang yang diambil pelaku berisikan tiga buah handphone, STNK sepeda motor, STNK mobil, ATM dan tanda pengenal ID Card.

“Saya berharap kepada pihak Kepolisian untuk lebih meningkatkan patroli, terutama di jalan-jalan yang diduga rawan begal pada waktu malam hari,” ungkapnya.

Saat ini kasus tersebut tengah ditangani Unit Jatanras Polres Metro Bekasi Kota. Berdasarkan informasi masyarakat, di sepanjang Jalan Sudirman dan Sultan Agung, Kota Bekasi, sering terjadi pembegalan di malam hari. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*