Masih Rendah, Serapan Anggaran Kota Bekasi Baru Mencapai 44 Persen

Ilustrasi (ist)

BEKASI SELATAN РMemasuki triwulan IV ( Oktober РDesember 2019), penyerapan anggaran APBD Perubahan sebesar Rp6,9 triliun lebih yang terdiri belanja tidak langsung Rp2,6 triliun lebih dan belanja langsung atau belanja publik Rp4,1 triliun lebih. Pada triwulan IV ini total realisasi penyerapan anggaran, baik belanja tidak langsung dan belanja langsung mencapai Rp3 triliun lebih atau (44,07%).
“Khusus belanja langsung atau belanja publik harus terus dilakukan rasionalisasi dan evaluasi agar maksimal bisa direalisasikan di triwulan IV ini. Karena ini menyangkut pembangunan yang harus diwujudkan,” jelas Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi,Didit Susilo.

Dari data yang berhasil dihimpun, Dinas Pendidikan yang mendapatkan pagu anggaran Rp 1,5 triliun, realisasi mencapai Rp 724 miliar lebih (44,76%). Dinas Kesehatan, pagu Rp575 miliar, realisasi Rp390 miliar (78,23%). RSUD dari pagu Rp580 miliar, realisasi Rp424 miliar (67,93%). Disbimarga & SDA pagu Rp801 miliar, realisasi Rp424 miliar (67,93%). Distaru pagu Rp32 miliar, realisasi Rp14 miliar (55,03%,). Disperkimtan pagu Rp686 miliar, realisasi Rp263 miliar (37,93%). Dinas Pemadam Kebakaran pagu Rp79 miliar, realisasi Rp47 miliar ( 63,40%). Satpol PP pagu Rp91 miliar, realisasi Rp58 miliar atau (60, 53%). Beberapa OPD seperti kecamatan dan SKPD rata-rata penyerapan anggaran masih rendah.

Menurutnya, serapan belanja langsung atau belanja publik merupakan realisasi belanja keuangan daerah yang berhubungan langsung dengan program dan kegiatan pembangunan Pemerintah Daerah. Belanja publik berhubungan langsung dengan hajat masyarakat, seperti pembangunan berbagai infrastruktur perkotaan, pengadaan barang dan jasa serta belanja modal.

Dijelaskannya, perlu evaluasi dan rasionalisasi yang kongkrit terkait OPD/SKPD teknis yang tidak mampu melaksanakan kegiatan mengingat tahun anggaran sudah memasuki triwulan IV.

“Dilihat dari grafik PAD sudah signifikan. Berarti masih ada uang untuk melaksanakan kegiatan.Hanya perlu evaluasi dan rasionalisasi yang lebih riil,” pungkasnya.(ZAL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*