Anggota DPR RI Tinjau Pembangunan Aspirasi Jembatan Cipendawa

Anggota DPR RI Intan Fitriana Fauzi (tengah) didampingi kepala BBWSC Bambang Hidayah (kiri) saat di lokasi Pembangunan Jembatan Cipendawa.

RAWALUMBU-Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Intan Fitriana Fauzi mengunjungi titik lokasi perbaikan pembangunan jembatan Cipendawa yang terkena longsor akibat erosi sungai sejak September 2017 lalu yang mengakibatkan akses dari Cipendawa ke Jatiasih terganggu.

Jembatan Cipendawa adalah bagian dari aspirasi warga masyarakat Rawalumbu yang menjadi pokok usulan di saat Intan Fauzi mengadakan Reses di wilayah dapilnya (Bekasi-Depok). Dibangun dengan menggunakan dana APBN sebesar 8,7 milliar, pembangunan jembatan Cipendawa dengan panjang 60 meter ditargetkan akan selesai pengerjaanya selama 114 hari kalender atau hingga akhir Desember 2019 nanti.

“Dari hasil reses dan aspirasi yang disampaikan masyarakat itu, pada saat kerja melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kementerian PUPR, pak dirjen, pak direktur, sungai dan partai kemudian pak kepala BBWSC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane) bersama jajaranya, saya sampaikan hal itu baik secara formal di dalam rapat juga secara tertulis di dalam usulan┬átahun 2019. Dan Alhamdulillah direspon positif, sehingga dana APBN ini bisa cair dan program ini bisa dilaksanakan tepat waktu di tahun anggaran 2019,” kata Intan Fauzi saat meninjau pembangunan Jembayan Cipendawa Senin, (07/10/2019).

Kemudian, untuk aspirasi tahun anggaran 2020 Intan berharap pengesahan anggaran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) tahun 2019 yang totalnya untuk seluruh Indonesia mencapai 120 triliiun, Kota Bekasi dengan APBD yang sangat terbatas akan bisa terbagi di beberapa aspirasi masyarakat antara lain untuk Pondokgede Permai (PGP).

“Berproses tentunya, itu kan baru pengesahan kemudian persetujuan. Pemerintah tentu harus melakukan sesuai aturan dan prosedur, dari mulai gambar desain, pelelangan, terus sampai dengan pelaksaanaanya.Tadi saya sudah mendapat konfirmasi dari pak kabalai dan pak dirjen, bahwa PGP itu sedang dalam proses dan Insya Allah bisa dilaksanakan di 2020,” jelasnya.

Kepala BBWSC Bambang Hidayah mengatakan progres pembangunan Jembatan Cipendawa saat ini baru mencapai 15 persen, diharapkan dalam waktu dekat hingga akhir bulan ini (Oktober) bisa mencapai 40 persen.

“Inikan sedang dalam proses pemancangan, sebetulnya tidak ada kendala, kan baru satu bulan yang lalu teken kontrak. Yang jelas jalan ini sejak tahun 2017 tidak berfungsi. Sehingga jalan Cipendawa ini cuma 1 jalur, yang 1 jalur lainya untuk dua arah,”terangnya.

Dikatakan Bambang, rencananya nanti tanggul akan memakai dinding parapet beton dan saat ini pondasi pancangnya sedang diperkuat dulu.

“Sekarang ini sudah 19 titik dipancang pipanya dari rencana seratusan, dengan kedalaman 14 meter ke dalam, nanti ke atasnya dipasang parapet dinding untuk memperkuat tanggul badan jalan ini,”bebernya.

Menurut Bambang, diperkirakan kekuatan jembatan akan mencapai 50 tahun, “Kalau project live minimal 20 tahun, tapi kalau sungai 20 tahun sudah bagus, kita upayakan supaya bisa 50 tahun,”tukasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*