Dua Tahun Murid Belajar Deprok, SDN Pekayon Jaya III Kini Miliki Meubelair Baru

SDN Pekayon Jaya III

BEKASI TIMUR-SDN Pekayon Jaya III, Bekasi Selatan yang sebelumnya viral lantaran siswa didiknya belajar secara lesehan (deprok) kurang lebih selama 2 tahun, kini mendapat meubelair yang baru. Sebelumnya sempat menggunakan meubelair bekas pinjam pakai dari beberapa sekolah yang di-marger di Kota Bekasi.

Menurut Krisman Irwandi, Kepala Bidang (Kabid) Bina Program Disdik Kota Bekasi, sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan meubelair SD dan SMP, saat ini penggadaan meubelair untuk 75 SD dan 46 SMP di Kota Bekasi telah turun dan sedang dalam proses pengiriman. Pengiriman diutamakan terlebih dahulu untuk SDN Pekayon Jaya III.

“Untuk pengadaan meubelair itu sekarang sudah, saat ini lagi SPK (surat perintah kerja), SPK dimulai dari kemaren tanggal (07/10/2019) selama 75 hari, ( 2 bulan 15 hari itu masa kerja), kalau melewati.Masa kerja akan terkena pinalti, yang di Pekayon Jaya III sudah dikirim meubelair dari anggaran APBD 2019 dengan merk Inola,”terangnya.

Terkait merk Inola sendiri pada penggadaan meubelair tahun 2017 di Kota Bekasi sempat menjadi polemik,dikarenakan kualitas meubelair banyak yang rusak pada tahun pertama.

“Kenapa saya memilih Inola, yang pertama pabrik dengan sekolah dekat, (di Bantargebang). kedua garansinya 18 bulan, yang ketiga ketika ada kerusakan maintenance-nya mudah karena garansinya 18 bulan, itu yang membedakanya,”jelas Krisman.

Dikatakanya, total anggaran APBD untuk pengadaan meubelair SD dan SMP di Kota Bekasi sebesar 11 miliar dengan perincian, untuk SD sebesar 6 miliar sedangkan untuk SMP 5 miliar rupiah.

“Tetapi ketika kontrak 3-6 miliar jadi 5,8 miliar, kan kita nawar juga. Terus kita minta tambahan tiangnya ada dua. Untuk yang dikirim ke SDN Pekayon Jaya III sebanyak 4 rombel atau 160 set meja dan kursi,”tukasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*