Tahun 2019 Pemkot Bekasi Naikkan PBB Bervariasi Sesuai NJOP

Roni Saroni, Kabid Pendapatan Bapenda Kota Bekasi.

BEKASI TIMUR-Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menaikkan tarif Pajak Bumi dan Banggunan (PBB) secara bervariasi berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Kenaikan bervariasi tersebut ada yang tinggi, ada yang besar dan berlaku di daerah tertentu seperti di Jalan A. Yani yang NJOP- nya mencapai hampir 10 juta.

Hal itu dikatakan Kabid Pendapatan Bapenda Kota Bekasi, Roni Saroni. Menurutnya, penetapan NJOP PBB tahun 2019 sudah menyesuaikan harga nilai pasar yang wajar.

“Nah itu bervariasi. Memang di dalam Peraturan daerah (Perda) nomor 2 tahun 2012 tentang PBB yang dirubah sekarang ini di Perda nomor 10 tahun 2019 tentang pajak daerah, disebutkan tarif pajak itu bervariasi,” kata Roni di kantornya Rabu, (09/10/2019).

Dia memaparkan, kategorinya kalau memang NJOP-nya di bawah 500 juta, itu pengalih pajaknya di bawah 0,10 persen, kalau NJOP-nya diatas 500 juta sampai 1 milliar itu 0,15 persen, kalau NJOP-nya diatas 1 milliar pengalih pajaknya 0,25 persen ke atas.

“NJOP itu luas tanah kali lokasinya, dimana akan mempengaruhi pajaknya. Selain itu, kenaikan pajak dipengaruhi oleh, misalkan, dulu dia itu tarif pajak 0,1 menjadi 0,15 atau malah jadi 0,25 persen. Atau misalkan kenaikan NJOP-nya cuma 10 persen karena dia pindah, luas tanahnya sangat luas jadi pengaruh ke tarif pajaknya,”jelas Roni.

“Ada juga misalkan tahun 2018, pajak dia cuma 100 ribu terus jadi 200 ribu, mungkin di tahun 2018 itu bangunannya belum masuk ke Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), itu juga mempengaruhi besaran pajak yang akan dibayarnya,”sambungnya.

Diungkapkanya, saat ini Pemerintah Kota Bekasi memberikan keringanan kepada para wajib pajak bumi dan bangunan melalui pembebasan denda pajak, berlaku mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2019, hal itu dilakukan untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi.

“Pajak itu apabila terlambat dibayar dikenakan denda 2 persen per bulan, dengan adanya kebijakan ini, masyarakat hanya dikenakan pembayaran pokok pajak saja,”ujarnya.

Roni mengatakan, capaian perolehan PBB Kota Bekasi di tahun 2019 ini mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2018. Saat ini target PBB Kota Bekasi tahun 2019 sebesar 599 milliar.

“Sekarang ini (Rabu,09/10/2019)
siang,
saya lihat sudah diangka 444,7 milliar atau 74,16 persen. Sedangkan tahun 2018 itu di akhir bulan Desember saja masih diangka 417milliar, padahal ini baru di minggu pertama bulan Oktober,”jelasnya.

Menurut Roni, di Kota Bekasi wilayah yang berpotensi pajak paling besar terdapat di wilayah Metropolitan,(khususnya di wilayah yang terdapat banyak Mal) Bekasi Selatan, Summarecon Bekasi Utara , di daerah Trans Mart atau sekitar Jalan Juanda Bekasi Timur, kemudian Jati Sampurna, Citra Grand, termasuk Medan Satria di Harapan Indah.

“Nah di wilayah- wilayah itu yang besar potensi pajaknya, terutama dari hotel dan restoran,” pungkasnya.(RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*