Warga Geser Titik Coredrill Jaling Pegadungan Heler, Alhasil Hanya Tebal 4 Centimeter

COREDRILL JALING: Proses pengambilan sampel beton (coredrill) Peningkatan Jalan Lingkungan Kampung Pegadungan Heler, RT 001/RW 017 Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Sabtu 26/10/2019).

TARUMAJAYA-Warga beramai-ramai mengawal jalannya proses coredrill (pengambilan sampel beton-red) pada proyek peningkatan jalan lingkungan (jaling) Kampung Pegadungan Heler RT 001/RW 017 Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Sabtu (26/10/2019).

Hasan (62), warga yang turut hadir mengaku hal ini dilakukan karena geram dengan kontraktor rekanan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang mengerjakan proyek perbaikan jalan lingkungan didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 ini. Warga menduga Kontraktor mengurangi ketebalan beton hingga 10 centimeter (cm), karena saat pengerjaan menggunakan papan bekisting hanya ketinggian 10 cm. 

Bahkan sebagai bukti protesnya, Hasan masih menyimpan papan bikisting yang ditinggal berserakan usai pekerjaan. Parahnya lagi, lanjutnya, papan bikisting tidak terisi penuh, menyisakan hingga 5 cm. 

“Kami menduga pihak kontraktor sudah menyiapkan titik yang akan dicoredrill untuk mendapatkan hasil ketebalan sesuai RAB. Padahal di luar titik tersebut betonnya tipis,” ujar Hasan (62) kepada bekasiekspres.com.

Hasan melanjutkan, ternyata benar awal akan dilakukan coredrill pihak kontraktor dan pengawas menunjuk tepat di titik yang sudah ditandai. Spontan warga protes agar coredrill digeser. Alhasil setelah beton dicoredrill hanya menghasilkan tebal 4 centimeter.

Senada dikatakan Radi (53), dari semua hasil coredrill tidak ada yang mencapai ketebalan 10 cm. Ia berharap Bupati Bekasi melakukan tindakan tegas terhadap Konsultan, Pengawas, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) yang diduga melakukan pembiaran.

“Perusahan yang mengerjakan jaling ini sudah seharusnya di-black list agar memberikan efek jera,” tandasnya. 

Sementara, Konsultan Kegiatan, Sahru saat diwawancarai di lokasi pelaksanaan coredrill membenarkan bahwa pekerjaan jaling tersebut menggunakan papan bikisting 10 cm. 

“Saat pelaksanaan sudah saya tegur agar dikerjakan sesuai RAB. Tetapi teguran saya tidak digubris. Saya juga sudah melayangkan teguran tertulis kepada kontraktor,” kata Sahru. (FER)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*