Patroli Gabungan Pemdes Lambangsari Jaring Sejumlah Pelajar Bolos

JARING PELAJAR BOLOS: Kepala Desa Lambangsari (kerudung), Pipit Haryanti turun langsung bersama Babinkamtibmas dan Babinsa Lambangsari saat patroli pelajar yang bolos sekolah dan terjaring di lokasi kawasan Situ Cibeureum, Senin (4/11/2019).

TAMBUN SELATAN – Sejumlah pelajar terjaring razia petugas saat tengah asyik “nongkrong” di kawasan Situ Cibeureum, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Senin (04/11/2019).

Para pelajar yang bolos itu tak berkutik saat dijaring petugas patroli gabungan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Lambangsari, Babinkamtibmas, Babinsa dan Pokdarkamtibmas Sub Sektor 7.6 Lambangsari.

Sejumlah pelajar itu tidak berkutik saat aparatur desa dan tim memergoki mereka asik nongkrong di warung-warung lokasi Situ Cibereum saat jam sekolah. Ironisnya mereka (pelajar yang terjaring,red) adalah pelajar yang bersekolah jauh dari lokasi tempat mereka terjaring.

DIBINA: Para pelajar yang terjaring dalam patroli Pemdes Lambangsari saat mendapatkan pembinaan di kantor desa dan meminta orang tua mereka untuk menjemput.

“Ada 14 pelajar yang terjaring dan jelas-jelas mereka bolos sekolah. Dan semuanya bersekolah di luar wilayah Kecamatan Tambun Selatan dan didominasi pelajar yang sekolah di wilayah Kota Bekasi dan Cikarang,”ujar Bimaspol Desa Lambangsari, Aiptu Subarkah kepada Bekasi Ekspres, Senin (04/11/2019).

Pantauan Bekasi Ekspres, razia pelajar yang dilakukan oleh tim gabungan dari Pemdes Lambangsari itu tidak hanya menyasar wilayah Cibeureum. Para petugas juga melakukan penyisiran di wilayah-wilayah yang disinyalir menjadi tempat lokasi anak-anak pelajar nongkrong untuk berbolos sekolah, seperti kawasan fasilitas olahraga (GOR Futsal) Grand Wisata dan warung-warung jajanan yang menjadi tongkrongan anak remaja di wilayah Desa Lambangsari.

“Razia pelajar ini adalah razia rutin yang kami lakukan dan waktunya sengaja kami rahasiakan agar tidak bocor. Dan alhamdulillah dari giat yang kami lakukan tidak terdapat pelajar yang berasal dari warga Lambangsari,”ujar Kepala Desa (Kades) Lambangsari Pipit Haryanti kepada Bekasi Ekspres, usai melakukan pembinaan kepada para pelajar yang terjaring.

“Sebagai efek jera, mereka bisa pulang dari Desa Lambangsari dengan catatan harus dijemput orang tuanya. Sekaligus juga agar para orang tua mereka tahu dan bisa menjadi perhatian. Sayang sekali generasi penerus kalau dibiarkan melalaikan pendidikan dan lebih memilih nongkrong yang akhirnya lebih banyak hal negatifnya,”beber Kades yang akrab disapa Pipit.(MAR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*