Komisi IV DPRD Kota Bekasi Nyatakan Polemik Outing Class SMPN 1 Telah Clear

Ketua Komisi IV Sardi Effendi (Kiri) dan Kepsek SMPN 1 Bekasi Euis Siti Halimah (Kanan)

BEKASI TIMUR-Ketua komisi IV DPRD Kota Bekasi menyatakan polemik Outing Class SMP Negeri 1 Kota Bekasi telah di-clear-kan oleh inspektorat dan auditor keuangan sudah memeriksa laporan keuanganya.

“Dan itu tidak ada istilahnya, misalnya. Jadi banyak cash back itu digunakan untuk kemanfaatan sekolah, seperti perbaikan sarana prasarana yang kurang, Ac, toilet dan yang lainnya itu sudah dilakukan,”ucap Sardi Effendi usai rapat tertutup bersama Kepsek, Inspektorat, dan Komite SMPN 1 Kota Bekasi di ruangan Komisi IV DPRD Kota Bekasi.

Menurutnya,adapun pergantian makanan menjadi nasi timbel itu karena permintaan orangtua murid, dan itu sudah menjadi bagian musyawarah Komite Sekolah. Komisi IV juga meminta agar outing class atau apapun jenis nama bentuknya (study wisata, study tour, karya wisata) itu diatur dalam peraturan Kepala Dinas Pendidikan, dan kalau perlu dijadikan Peraturan Wali Kota (Perwal) agar tidak menjadi polemik dan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.

“Makanya kita meminta kepala sekolah semuanya agar melaksanakan program yang telah tertuang dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT),”jelasnya.

Di waktu yang sama, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Kota Bekasi, Euis Siti Halimah menyatakan bahwa dasar hukum dari outing class adalah program sekolah dan termasuk ke dalam kurikulum.

“Karena bagaimanapun di dalam kurikulum itu ada pembelajaran yang di luar. Pembelajaran menyenangkan, pembelajaran berkarakter, sosialisasi. Jadi mereka itu harus punya wawasan,”kata dia.

Terkait polemik outing class, Euis memaparkan, sebenarnya dari semua kelas yang terlibat tidak ada masalah dari kelas tujuh, delapan, sembilan. Ketua Komite sudah menyerahkan laporan pertanggung jawaban walaupun dengan travel yang berbeda (Arista dan Yuneta).

“Adanya pungutan juga telah disepakati. Berdasarkan rapat Komite Sekolah bahwa ini memerlukan dana sekian, buat bayar ke travelnya sekian. Kita terus terang transparan kok, ada bukti pernyataan dari orang tua murid,”ujarnya.

Namun saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait berapa anggaran yang terkumpul untuk pembayaran mobil travel, Kepsek SMPN 1 Bekasi menyatakan tidak mengetahuinya.

“Ya itu nanyanya ke bendahara, eh, di Komite Sekolah, yang ngitung-itungnya kan dia. Saya hanya mengetahui tentang cash backnya saja, karena cash back itu diumumkan oleh travel ke orang tua murid,” tukasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*