Buka Puasa Bareng Jurnalis, PKB Ungkap Khawatir Dengan Keputusan Pemkot Bekasi

Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Ahmad Ustuchry.

BEKASI UTARA – Menyambut datangnya hari raya Idhul Fitri 1441 H yang sudah tinggal beberapa hari lagi, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi berbagi kegembiraan dengan berbuka puasa bersama para awak media bertempat diPondok Pesantren Annur Jalan KH. Mukhtar Tabrani, Kaliabang.

“Sebentar lagi kita akan memasuki Idhul Fitri, mari kita rayakan dengan penuh khidmat meskipun masih di tengah wabah pandemi kita sambut dengan gembira,”kata Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Ahmad Ustuchry kepada para awak media, Kamis (21/05/2020).

Selain itu, anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi ini juga mengimbau kepada masyarakat supaya tidak mudik pada lebaran kali ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan selalu mengikuti anjuran pemerintah.

“Mari kita lakukan sosialisasi yang sehat melalui komunikasi virtual dengan perantara tekhnology untuk menjaga kesehatan keluarga di kampung halaman, dan kita pastikan keluarga kita di kota tempat asal sehat semua terhindar dari penularan Coviid-19,”jelas Ustuchry.

Lebih lanjut disampaikan Politisi PKB yang juga pimpinan Ponpes Annur ini, meskipun saat ini Pemerintah Kota Bekasi telah mengizinkan untuk melakukan Sholat Ied di luar, namun ia tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melakukan Sholat Ied di rumah, dan apabila sholat di luar harus menerapkan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

“Keputusan pemerintah daerah ini kalau buat saya mengejutkan, karena berdasarkan kabar dari Gubernur dua Bekasi (kota-kabupaten) ini masih zona merah berdasarkan keputusan forum dengan kepala daerah di 27 kota dan kabupaten,” ujarnya.

Diungkapkan Ustuchry, secara pribadi dirinya merasa khawatir dengan keputusan Pemerintah Kota Bekasi yang mengizinkan masyarakat untuk melakukan Sholat Ied di luar, sebab tidak menutup kemungkinan malah akan menjadi media penyebaran virus Covid-19.

“Mungkin Dinkes/Pemkot punya kriteria tertentu, tapi sekali lagi buat saya ini mengejutkan karena sampai hari ini jangankan diberi kelonggaran,diketatkan saja dengan PSBB orang masih belanja lebaran, masih abai menjaga jarak (social distancing). Tapi soal setuju tidak setuju, ini kebijakan sudah diambil. Saya hanya berharap dalam 2 hari ke depan kebijakan ini dievaluasi betul oleh Pemkot Bekasi,”tandasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*