PPDB Menuai Keluhan, Masyarakat Silahkan Ngadu ke Disdik

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, UU Syaiful Mihdar.

BEKASI TIMUR-Kendati pernah diterapkan sebelumnya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di Kota Bekasi masih banyak menuai keluhan masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya sekolah.

Menangapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan (Sek Disdik) Kota Bekasi, UU Syaiful Mihdar menyatakan, hal itu merupakan suatu yang wajar karena sekarang ini PPDB juga diterapkan pada TK dan SD.

“Jadi yang tahun kemaren itu hanya ke SMP saja online,sedangkan yang ke SD ora (tidak). Jadi yang ke SD itu baru pertama sekarang, wajar barangkali kebiasaan-kebiasaan orangtua kan belum paham betul posisinya,”ujarnya saat ditemui awak media, Kamis,(02/07/2020).

Diungkapkannya, saat ini lulusan SD Negeri dan Aliyah di Kota Bekasi yang mau masuk ke SMP Negeri sebanyak 45.0063 orang, yang telah lolos pra pendaftaran sebanyak 36.0251, sedangkan kuota PPDB di SMP Negeri hanya 12.0832 atau 29 persen dari lulusan SD.

“Berarti yang tidak diterima di SMP Negeri sebanyak 23.0419 orang atau 29 persen itu dari 45ribu. Sedangkan yang lulusan TK/PAUD yang mau ke SD sebanyak 46.0796 orang, yang lolos pra pendaftaran sebanyak 27.0392 atau 60 persen dari lulusan TK, sedangkan kuota PPDB untuk SD sebanyak 24.0348,”urainya.

Undang-undang memastikan tidak ada perubahan pada jalur PPDB di tahun ini, dan masih sama seperti pada tahun sebelumnya, yakni, jalur zonasi tetap 50 persen, jalur afirmasi 25 persen, jalur prestasi tetap 20 persen, jalur perpindahan orangtua dan guru sebanyak 5 persen.

“Yang ada perubahan yang pertama, dulu itu hanya ada DTKS untuk jalur afirmasi, sekarang ada tambahan data DTKS dan Non DTKS,” papar dia.

“Jadi meskipun dia tidak ada di DTKS, tapi dia posisi bisa dengan mengupload SKTM yang diterbitkan oleh Dinas Sosial. Yang kedua perubahannya memberikan kesempatan kepada masyarakat, yang tadinya waktu pendaftaran itu sampe tanggal 15 digeser menjadi tanggal 30,”papar dia lagi.

Terkait dengan permasalahan PPDB, dirinya mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan komplain ke Disdik. Menurutnya Kadisdik juga telah memberikan instruksi kepada para Kepala Sekolah SDN dan SMP Negeri se Kota Bekasi terkait hal tersebut.

“Bila ada titik kordinat salah ataupun permasalahan prinsip dalam pelaksanaan PPDB untuk menyelesaikan di kantor Disdik. Jadi permasalahan-permasalahan tolong didengarkan, kalau perlu dibantu ya bantu. Kalau memang dia bawa dokumen,cek dia sama sistem, kalau memang dirugikan ya kita harus berikan perbaikan,”pungkasnya.(RAN)l

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*