Polisi Ungkap Kasus Perkelahian Antar Kelompok Remaja di Desa Segara Makmur

SAJAM CELURIT: Senjata tajam jenis celurit yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban.

CIKARANG UTARA – Kepolisian Resort Metro Bekasi berhasil mengungkap kasus pengeroyokon yang mengakibatkan seorang pemuda meregang nyawa di Jalan Raya Marunda Makmur, Depan Perumahan Pantai Modern, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Minggu (07/06/2020) lalu sekitar pukul 03.00 Wib.

Polisi pun berhasil menangkap tersangka berinisial
RN (20) warga Kampung Bulak Turi RT 010/007, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya.

Barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka berupa 1(satu) bilah senjata tajam jenis celurit dengan panjang sekitar 50 cm.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan saat pers rilis menerangkan, telah terjadi perkelahian antar kelompok remaja Kampung Tanah Baru, Desa Pantai Makmur, KecamatanTarumajaya yang berjumlah sekitar 18 orang dengan kelompok remaja Kampung Bulak Turi, Desa Segara Makmur, berjumlah sekitar 15 orang.

“Peristiwa dipicu kedua kelompok saling ejek-mengejek melalui media sosial (medsos), instagram (IG Warjen dengan Bulak Turi 01 BEKASI). Kemudian bertemu di TKP dan terjadi perkelahian antar kedua kelompok tersebut yang mengakibatkan salah satu korban dari kelompok remaja Kampung Tanah Baru, berinisial ES mengalami luka bacok di punggung belakang dan pinggang sehingga korban meninggal dunia,” ungkapnya, Senin (06/07/2020).

“1 korban lainnya berinisial AB mengalami luka bacok di pinggang belakang sebelah kanan,” ungkap dia lagi.

Hendra pun menjelaskan bahwa barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) ke 1 KUHPidana Subs pasal 351 KUHPidana, dengan pidana penjara paling lama 12 tahun, jika kekerasan mengakibatkan kematian. (TIM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*