Jadi Korban Penganiayaan, Artis Alinda Keys Polisikan Mertua

Korban menunjukkan bukti laporan.

BEKASI SELATAN- Artis dan juga presenter, Alinda Kurniawati atau yang lebih dikenal dengan nama Alinda Keys (38) dan anaknya menjadi korban penganiayaan pada hari Rabu (23/09/2020). Pelaku diduga bapak mertuanya sendiri yang berinisial MNL (55).

Dengan didampingi anaknya, hari ini Senin (28/09/2020), korban melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Mapolrestro Bekasi Kota. Bukti pelaporan tertuang dalam Surat Tanda Bukti Pengaduan nomor 2.239/K/IX/2020/Restro Bekasi Kota.

Kepada awak media korban Alinda menuturkan, peristiwa yang terjadi pada hari Rabu, (23/09/2020) di rumah yang ia tingali bersama keluarga dan kedua mertuanya di Perum Curug Grand Hill, kelurahan Jaticempaka, Pondokgede, Kota Bekasi.

“Waktu saya akan bekerja mobil di bawa suami, lalu saya minta tolong ibu mertua untuk menghubungi bapak. Tolong sampaikan ke suami saya untuk pulang segera, karena biasanya suami dan mertua itu ngumpul di tempat yang sama,” kata Alinda Senin,(28/09/2020).

Tak lama kemudian, terang dia, bapak mertuanya pulang dengan ditemani seorang kerabatnya yang berinisial Fd, tanpa basa-basi pelaku langsung menendang pintu kamarnya kemudian melakukan penganiayaan.

“Dia langsung tendang kepala saya dengan kaki yang masih pakai sepatu, saya ga tau salah saya di mana,”ujarnya.

Lanjut Alinda, tidak cukup sampai di situ saja, bapak mertuanya yang terbawa emosi juga melakukan penganiayaan mengunakan senjata tajam serta mengancam anak lelakinya yang berusia delapan tahun.

“Saya sempat ditebas leher saya menggunakan golok, tapi senjata itu belum dibuka sarungnya, kemudian dia juga mengancam mau membunuh saya dan anak saya. Tapi dia (anak) saya suruh lari,”terang Alinda.

Akibat peristiwa tersebut korban mengalami lebam di leher dan kepala. Pasca kejadian tersebut korban mengaku trauma, sehingga memutuskan sementara waktu tinggal bersama ibunya di Bandung.

Setelah dilaporkan, Alinda berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporannya dan pelaku lekas diproses hukum.

“Kenapa harus anak saya juga dilibatin dia kan masih kecil. Saya berharap pihak berwajib segera menindaklanjuti laporan saya, karena sampe sekarang saya dan anak saya masih trauma setelah kejadian itu,” pungkasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*