Imbas Penolakan RUU Omnibus Law, Di Toko Online Gedung DPR Dijual Dengan Harga Goceng

Jakarta – Disinyalir terkait kritikan terhadap kebijakan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang tidak pro terhadap kepentingan buruh dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law (Cipta Kerja)

Salah satu tangkapan layar promo penjualan gedung DPR/MPR-RI yang berdedar di salah satuToko Online, Rabu (7/10/2020).
menjadi Undang-Undang, kini beredar di toko online terkait penjualan Gedung DPR/MPR. Dalam beberapa penawaran Gedung DPR dijual beserta isinya.

Penelusuran Bekasiekspres.com di salah satu marketplace (toko online), sedikitnya ada 4 unggahan tentang Gedung DPR yang dijual dengan harga Rp 5 ribu sampai dengan Rp 99 ribu saja. Akun yang menjual menyertakan foto gedung DPR dalam penawarannya.

Keempat judul produk tersebut yakni “GEDUNG DPR (Sumbangan)”, “JUAL MURAH GEDUNG DPR DAN ISINYA”, “Gedung DPR”, dan “Di JUAL GEDUNG DPR RI”.

Dalam salah satu keterangan unggahan disebutkan, “GEDUNG 80% MASIH BAGUS DAN MINUS ISINYA SUDAH BOBROK”.

“Silahkan kalau yang mau beli, kalau saya sih nggak mau,” tulis akun tersebut dalam penawarannya, seperti dilihat pada Rabu (7/10/2020).

DPR sendiri memang menjadi sorotan beberapa hari ini, hal itu terjadi setelah UU Omnibus Law Cipta Kerja disahkan dalam Rapat Paripurna Senin lalu.

UU Omnibus Law Cipta Kerja telah menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Gelombang protes dan penolakan terjadi.

Khususnya yang dilakukan oleh kalangan pekerja alias buruh dengan aksi mogok kerja nasional. Pasal-pasal di dalam UU Cipta Kerja disebut merugikan kalangan pekerja dan menguntungkan pengusaha.

Sekedar diketahui, aksi jual Gedung DPR bukan cuma sekali ini saja terjadi. Sebelumnya, di tengah panasnya gelombang aksi menolak RUU yang melemahkan KPK di DPR September tahun lalu. Iklan gedung DPR dijual menghiasi toko online.(RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*