3200 KK Kelurahan Kota Baru Belum Terima Bantuan dari Kemensos

Ketua RW 015 (tengah) didampingi pengurus LPM dan BKM Kelurahan Kota Baru.

BEKASI BARAT- Masyarakat Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat mempertanyakan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang tak kunjung diterima selama dua kali tahapan pendistribusian, yakni pada tahap ke sembilan dan sepuluh.

Ketua RW.015 Ahmad Sumantri mengatakan, sesuai hasil rapat forum yang melibatkan 22 RW, LPM dan BKM Kelurahan Kota Baru, pihaknya sepakat untuk mempertanyakan dan mencari tahu perihal tidak turunnya bantuan sosial (bansos) pada tahap sembilan dan sepuluh di wilayahnya, sementara kelurahan lain di Kota Bekasi sudah menerima.

“Kalau kita memang di tahap sembilan dan kesepuluh ini sudah tidak mendapatkan bansos, baiknya ada pemberitahuan dong ke RW atau ke kelurahan, jadi kita bisa menjelaskan ke warga kita,”ujarnya di Kantor LPM Kelurahan Kota Baru, Kamis (15/10/2020).

Ia menuturkan, berdasarkan data base penerima bansos dari Kemensos di Kelurahan Kota Baru tercatat sebanyak 3200 Kepala Keluarga (KK) pada pendistribusian tahap pertama hingga tahap kedelapan sebelumnya dilakukan melalui PT. POS indonesia dan JNE selalu tepat. Diduga saat ini vendor pendistribusian paket sembako dari Kemensos dimenangkan oleh perusahaan swasta lainya, yakni PT. AG Logistick Indonesia.

“Kalau satu paket (bansos) di kisaran angka Rp.150 ribu, kita globalkan dari jumlah 3000 lebih (KK) di Kota Baru, ditambah 2 tahap yang tidak turun, tinggal hitung saja. Kan kasian pemerintah yang sudah mempunyai program untuk mengatasi masalah pandemi dan ini diharapkan masyarakat kecil. Artinya, kalau memang ini terjadi kita minta vendor itu bertanggung jawab dan kementerian turun mempertanyakan,”tandasnya.

Senada dengan yang diungkapkan Ketua RW 015, Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Baru, Raharjo menyatakan pihaknya dan lembaga sinergitas lainnya di Kelurahan Kota Baru sepakat akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab hal tersebut.

“Karena sebelumnya bansos itu sudah lancar dan tidak ada masalah dari tahap satu sampai delapan. Dari informasi yang kita dapat, tahap kesepuluh ini hanya 4 paket yang turun,” ujarnya.

Sementara Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat Kelurahan Kota Baru, Agus Sucipto mengatakan keputusan untuk melakukan investigasi terkait bansos dilakukan untuk menjawab pertanyaan warga masyarakat penerima bantuan.

“Karena tidak ada informasi yang diberikan kepada para RW perihal pergantian vendor dan perubahan sistem pengiriman bansos tahap 9 dan 10. Kita khawatir kalau tidak ada kejelasan nanti dapat memicu kemarahan warga,”terangnya.

Ketika ditemui, Lurah Kota Baru Suryadi mengaku sudah menghubungi Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi Ahmad Yani untuk meminta kejelasan.

“Sudah saya sampaikan ke Kadinsos, dan Kadinsos sudah menyurati Kementerian Sosial, saat ini masih menunggu jawaban dari Kemensos,” pungkasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*