Bupati dan Walikota Bekasi Dikelabui Direksi PDAM TB

PDAM Tirta Bhagasasi

CIKARANG PUSAT – PDAM Tirta Bhagasasi melakukan kenaikan tarif tanpa ada rekomendasi dari Forum Pelanggan.

Ketua Forum Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi (PDAM TB), Usman, menyebut semua proses yang berkaitan dengan kenaikan tarif itu salah satunya adalah rekomendasi dari Forum Pelanggan, dan hal itu tidak dilakukan oleh Direksi PDAM TB.

“PDAM TB harusnya meminta rekom terlebih dahulu kepada Forum Pelanggan. Forum melakukan quisioner kajian. Apakah laik atau tidak kenaikan tarif. Tapi ini tidak dilakukan oleh Direksi. Dilangkahi semua oleh PDAM,” ungkap Usman, Minggu (08/11/2020).

Sampai saat ini, kenaikan tarif PDAM Tirta Bhagasasi sudah ditandatangani oleh Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni Bupati dan Walikota. PDAM Tirta Bhagasasi sudah membentuk tim kenaikan tarif.

“Tapi PDAM telah mengelabui KPM, seolah-olah semua proses termasuk rekomendasi dari Forum Pelanggan sudah dilakukan,” ungkapnya.

Perlu diketahui, lanjut Usman, untuk menaikkan tarif itu harus ada kajian. Sama halnya dengan pengangkatan kembali Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi oleh KPM. Apalagi untuk periode ketiga. Dimana harus ada pertimbangan pengecualian, salah satunya adalah prestasi.

Dibeberkan Usman, ada salah satu perumahan di Tarumajaya yang selama tiga tahun pelanggannya tidak pernah mendapatkan distribusi air.

“Mereka hanya mendapatkan tangki. Tapi tetap membayar abudemen sebesar Rp 63 ribu perbulan. Apakah ini prestasi Direktur Utama? Dan apakah ini bisa menjadi acuan untuk menaikan tarif?. Usep Rahman Salim itu sudah gagal di periode keduanya. Jadi untuk apalagi,” ujarnya mengakhiri. (RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*