Divonis 9 Bulan, Tim Kuasa Hukum Desak DPD Organda Jabar Segera Copot AJ

Suasana persidangan AJ di PN Bekasi, Jumat (13/11/2020).

BEKASI SELATAN – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi Amad Juaini (AJ) dinyatakan bersalah dan divonis sembilan bulan dengan status tahanan kota oleh Pengadilan Negeri (PN) Bekasi dalam kasus penipuan rekruitmen Tenaga Kerja Kontrak (TKK) Dishub.

Usai pembacaan putusan, pimpinan majelis, Hakim Togi Pardede SH bertanya kepada tim kuasa hukum terdakwa apakah akan mengajukan banding dan dijawab tidak, namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darsiah menyatakan akan mempertimbangkan dahulu perihal pengajuan banding atau tidak hingga batas waktu 7 hari ke depan.

Atas keputusan majelis hakim tersebut, AJ selaku terpidana mengaku bersalah dan menerima keputusan hakim.

Saat ditemui usai sidang, kuasa hukum terdakwa Purwadi SH mengatakan vonis sembilan bulan sebagai tahanan kota sudah menjadikan beban buat AJ, namun tidak akan menghalangi kinerja AJ sebagai Ketua Organda Kota Bekasi.

“Artinya akan terus menjadi Ketua DPC (Organda) dalam hal ini, dan nanti akan kita sampaikan kepada Ketua DPD Organda Jabar untuk tetap dilanjutkan Ketua DPC kepada Amad Juaini,” jelasnya di PN Bekasi, Jumat (13/11/2020).

Sementara tim kuasa hukum korban yang di wakili Anton R Widodo SH menyampaikan bahwa penetapan hukuman merupakan kewenangan majelis hakim, namun ia menegaskan yang penting sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Misalnya diindikasikan kalau hakim memvonis bersalah tetapi hakim tidak menahan (terdakwa-red) harus ada pertimbangan, apakah pertimbangan di pasal 121 atau 21 KUHP itu bisa enggak nanti terdakwa ini tidak melarikan diri,”ujarnya

Dengan ditetapkannya AJ sebagai terpidana, Anton R Widodo yang juga salah satu pengurus DPC Organda Kota Bekasi (Bidang Hukum dan Administrasi) memdesak DPD Organda Jabar untuk segera mencopot status AJ sebagai ketua .

“Setelah tujuh hari nanti ada keputusan inkrah kalau Jaksa tidak banding, saya akanmenyurati DPD Organda Jabar untuk segera mencopot Ketua Organda Kota Bekasi yang sudah dinyatakan terpidana, karena di AD/ART itu kuncinya (status hukum ketua),” sambungnya.

“Bagi saya tidak ditahan itu tidak masalah, yang penting dia telah dinyatakan bersalah sesuai dakwaan jaksa dan dia mengakui perbuatanya,”pungkasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*