SP2HP Diterima, Kasus Yayasan SHT Muncul Nama Tersangka

Gedung Mabes Polri

JAKARTA – Pengembangan kasus dugaan penggelapan aset Yayasan Setia Hati Terate (SHT) yang disebut-sebut mencapai Rp 37 miliar telah dilakukan gelar perkara oleh Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

Kasus yang disinyalir telah melibatkan pejabat publik salah satu daerah di Jawa Timur tersebut, telah naik ke tahap penyidikan. Hal itu sejalan dengan terbitnya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima pihak pelapor melalui Kuasa Hukum Yayasan SHT.

“Betul, kami telah menerima SP2HP yang berisi bahwa status terlapor yang semula sebagai saksi kini menjadi tersangka. Kami berharap kepada semua pihak agar menghormati proses hukum yang berjalan di kepolisian dan mengedepankan kondusifitas kamtibmas,”ujar M. Samsodin SH, Kuasa Hukum Yayasan SHT, Selasa (19/01/2021).

Ia mengungkapkan, dugaan penggelapan aset Yayasan SHT telah dilaporkan oleh Ketua Yayasan SHT, Brigjen Pol (Purn) Lanjar, merujuk LP/ B/ 1641/ XII/ 2018/ Bareskrim pada 18 Desember tahun 2018 lalu.
Kasus yang diduga telah menyeret nama oknum pejabat publik berinisial HW di Kabupaten Madiun tersebut, saat ini telah melalui serangkaian penyidikan pada pekan pertama di tahun 2021.

“Pihak kepolisian telah melakukan gelar perkara. Penyidik juga telah memeriksa beberapa pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan penggelapan aset,”terang dia.

Selaku kmKuasa Hukum Pelapor, Mohammad Samsodin memaparkan jika kliennya sebenarnya mengedepankan langkah-langkah persuasif sebelum kasus ini bergulir, yakni dengan mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan. Akan tetapi pihak terlapor tidak mengindahkan niat baik tersebut.

“Kami meyakini bahwa penyidik Polda Jatim telah bekerja secara profesional dan obyektif dalam menangani kasus dugaan penggelapan aset Yayasan SHT ini,” pungkasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*