Amar Putusan Majelis Hakim Perintahkan Terdakwa Agus Sopyan Ditahan, Kenapa Jaksa Belum Eksekusi?

Humas Pengadilan Negeri Cikarang, Sondra Mukti Lambang Linuwih (foto atas) - JPU Denny Reynold. SH MH (foto bawah).

CIKARANG PUSAT – Humas Pengadilan Negeri Cikarang, Sondra Mukti Lambang Linuwih. SH menanggapi upaya hukum yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum terhadap putusan PN Cikarang yang dijatuhkan kepada Kepala Desa Segara Makmur, Agus Sopyan.

Sondra menjelaskan, pada hari Kamis 1 April 2021 Pengadilan memvonis Terdakwa Agus Sopyan pidana penjara selama satu tahun enam bulan. Dalam amar putusan Majelis Hakim memerintahkan terdakwa untuk ditahan.

“Terkait dengan penahanan dan pelaksanaan putusan dari Majelis Hakim bisa langsung konfirmasi Kejaksaan karena kita batasnya cuma sampai situ, selanjutnya yang menahan dan melaksanakan eksekusi adalah Kejaksaan,” terang Sondra, Senin (06/04/2021).

Jika Terdakwa atau Jaksa tidak terima dengan putusan Pengadilan, sambung dia, maka kedua belah pihak tersebut berhak melakukan upaya hukum seperti banding.

“Yang jelas Majelis Hakim memutus berdasarkan fakta di persidangan, tanpa ada pengaruh atau intervensi dari siapapun,” bebernya.

Sondra menjelaskan, setelah inkrah terdakwa akan menjalani hukuman dengan dikurangi masa tahanan yang dijalani selama proses hukum.

“Perbedaan tahanan kota dengan tahanan rutan adalah lima hari tahanan kota, sama dengan satu hari tahanan rutan,” terang Sondra.

Selanjutnya untuk proses banding, kata dia, Majelis akan mempelajari berkas kedua belah pihak. Sepenuhnya keputusan banding adalah kewenangan penuh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi.

“Sebenarnya banding itu masih memeriksa fakta, masih bisa dimungkinkan adanya persidangan, tapi itu adalah kewenangan penuh dari Hakim Tinggi, memerlukan persidangan lagi atau tidak,” demikian Humas PN Cikarang Sondra mengakhiri

Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi menyatakan banding atas vonis 1,5 tahun penjara kepada terdakwa Agus Sopyan.

Upaya banding dilakukan lantaran JPU merasa hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Cikarang kepada Terdakwa perkara pemalsuan surat, Agus Sopyan terlalu ringan daripada tuntutan, yakni 4 tahun penjara.

JPU Denny Reynold. SH MH menegaskan, pihaknya menyatakan upaya hukum, Banding dan Kasasi atas putusan vonis yang dianggap terlalu ringan bagi para terdakwa.

“Mereka patut pidana, makanya hari ini kita ajukan upaya hukum Banding dan Kasasi ke Pengadilan Tinggi atas vonis 1 tahun 6 bulan, dari tuntutan 4 tahun, makanya kita banding,” ungkap Denny Reynold, Senin (05/04/2021).

Terkait status penahanan setelah vonis terhadap para terdakwa, papar Denny Reynold, ini masih ada upaya hukum yang dilakukan. Jaksa menunggu putusan tetap dari Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

“Jadi kami belum melakukan penahanan terhadap para terdakwa. Lantaran kami dari Penuntut Umum ingin melakukan banding atas putusan yang tidak sependapat dari tuntutan awal 4 tahun,” terangnya.

Selain itu, dari kuasa hukum terdakwa ketika ditanya Majelis Hakim, jawabnya pun masih pikir-pikir, makanya tidak langsung dilakukan penahanan.

“Jika nanti dalam putusan Pengadilan Tinggi menurut kami sesuai atas dakwaan dan tuntutan, kami pasti akan terima. Namun, jika tidak sesuai yah kami akan Kasasi lagi sampai ke Mahkamah Agung (MA),” ujarnya.

“Intinya kami tetap optimis atas tuntutan, mereka semua terbukti kok bersalah melakukan tindak pidana,” ujarnya lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Cikarang M. Taufik Akbar.

“Iya bang kami banding
terhadap putusan perkara dimaksud,” tegas dia via pesan WhatsApp, Selasa (06/04/2021).

Taufik Akbar pun mengiyakan jika upaya banding dilakukan lantaran vonis yang dijatuhkan terhadap terdakwa tidak sesuai apa yang diharapkan, yaitu 2/3 dari tuntutan.

“Salah satunya itu bang (tidak sesuai harapan),” ulasnya.

Dia berkata, pihaknya sampai saat ini belum menerima petikkan atau salinan putusan tersebut dari PN Cikarang.

“Kami belum terima petikkan atau salinan putusannya.Tapi kami sudah melakukan atau mendaftarkan upaya hukum (Banding) ke PN Cikarang,” kata dia.

Kasi Pidum pun enggan menjawab saat ditanya mengapa Terdakwa Agus Sopyan tidak ditahan pasca-vonis.

“Mohon maaf untuk lebih jelas bisa ke PPID, Humas kami bang,” ujarnya singkat.

Perlu diketahui, Perkara Nomor 133/Pid.B/2020/PN Ckr atas nama Terdakwa I Melly Siti Fatimah. Vonis mengalami gangguan kejiwaan sehingga tidak mampu bertanggung jawab terhadap perbuatannya.

Terdakwa II H. Mohammad Dagul vonis pidana penjara 1 tahun 6 bulan, Terdakwa III Agus Acep vonis pidana penjara 6 bulan, Terdakwa IV Jaba Suyatna pidana penjara 6 bulan.

Perkara Nomor 134/Pid.B/2020/PN Ckr atas nama Terdakwa Herman Sujito vonis lepas dari segala tuntutan hukum (perbuatan terbukti namun bukan merupakan tindak pidana).

Perkara Nomor 135/Pid.B/2020/PN Rhl atas nama Terdakwa Agus Sopyan vonis pidana penjara 1 tahun 6 bulan. Perkara Nomor 136/Pid.B/2020/PN Ckr atas nama Terdakwa H. Barif HD vonis pidana penjara 1 tahun 6 bulan. (ZAL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*