Marak Spanduk Tolak Kedatangan Pemudik Tanpa Hasi Rapid Tes Antigen

Spanduk yang bertuliskan menolak kedatangan pemudik tanpa hasil rapid tes antigen di wilayah Kabupaten Bekasi (foto:ist).

CIKARANG PUSAT – Marak bertebaran spanduk yang bertuliskan menolak kedatangan para pemudik jika tidak membawa hasil rapid tes antigen.

Diantaranya yang terpasang di wilayah Desa Mekarmukti dan Karangasih, Kecamatan Cikarang, Desa Karang Sentosa, Kecamatan Karang Bahagia, serta Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung.

Keberadaan spanduk tersebut diketahui di WhatsApp Grup (WAG) pada Sabtu (15/05/2021).

Bahkan juga tersebar surat imbauan dari Tim Gugus Covid-19 Desa Cibening, Kecamatan Setu.

Imbauannya berbunyi sebagai berikut:

1.Untuk Ketua RT dan RW agar mendata warganya yang sudah terpaksa MUDIK dan menempel edaran imbauan di rumah-rumah yang ditinggal mudik.

2. Untuk warga yang baru pulang mudik agar melapor ke pak RT/RW setempat,

3. Untuk warga yang baru pulang mudik agar melakukan TES RAPID ANTIGEN.

4. Untuk Pelaksanaan pelayanan TES RAPID ANTIGEN Akan dilaksanakan pada Hari Minggu 16 Mei 2021 Pukul 09.00 s/d 21.00 WIB di Aula Kantor Desa Cibening.

5. Semua warga tetap Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Gugus Tugas Covid19 Cibening.

Hubungi :
Wa.me/81290688582 (bidan desa)
Wa.me/82258604543 (Bimaspol)
Wa.me/8128321178 (babinsa)
Wa.me/81285911988 (gugustugas).

Hal itu mengundang pro dan kontra dari penghuni WAG. Berbagai tanggapan pun menyeruak, salah duanya yakni menyebut diskrimintaif dan tidak manusiawi. Yang lainnya meminta pemerintah daerah untuk menggratiskan rapid tes antigen bagi pemudik, karena menurutnya sesuai UUD 1945.

Namun pada intinya penghuni WAG mendukung upaya memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Bekasi pasca-mudik lebaran, agar tidak tercipta cluster baru.(RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*