Demo “Toilet Sultan”, GMNI Desak KPK Periksa Bupati Bekasi

Massa dari DPC GMNI Kabupaten Bekasi demo di KPK.

JAKARTA – DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bekasi, kembali gelar aksi damai di Gedung KPK, Jakarta Selatan, pada Kamis (27/05/2021).

Aksi tersebut untuk memenuhi janji mengawal adanya dugaan KKN dalam proses kegiatan “Proyek Toilet Sultan” yang total anggarannya miliaran rupiah.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Bekasi, Yogi Trinanda mengatakan, aksi pihaknya untuk mengawal KPK menyelidiki persoalan pembangunan toilet SD dan SMP yang tersebar di sebanyak 488 titik yang menelan anggaran sekitar Rp198 juta per-unit.

“Kami datang lagi ke sini (gedung KPK), untuk mengawal KPK melakukan penyidikan terkait anggaran toilet yang cukup fantastis nominalnya, karena kami menduga mengandung unsur KKN,” tegas Yogi kepada wartawan.

Selain melakukan aksi damai, DPC GMNI Kabupaten Bekasi juga menyerahkan beberapa dokumen tambahan kepada KPK, untuk menjadi dasar penyelidikan dan penyidikan KPK di wilayah Kabupaten Bekasi, terkait anggaran “Toilet Sultan”.

“Kami GMNI Kabupaten Bekasi beberapa kali dihubungi pihak KPK, untuk melengkapi dokumen tambahan, terkait proses anggaran pembangunan toilet,” jelas Yogi.

“Kita berharap, hasil investigasi yang dilakukan GMNI bisa diproses lebih cepat, apakah ada unsur KKN atau tidak oleh KPK. Tapi kabarnya juga ada rekanan yang sudah dipanggil KPK,” jelas Yogi lagi.

Yogi berkata, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja KPK yang sudah memintai keterangan dari pihak rekanan. Sehingga, dugaan persoalan KKN anggaran “Toilet Sultan” ini, harus menjadi perhatian dari berbagai pihak.

“Kami juga mendukung KPK mengusut tuntas dugaan aliran dana ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bekasi, untuk meloloskan anggaran toilet,” ujar dia.

“Dan yang terakhir, mendukung KPK memeriksa Bupati Bekasi dan pejabat dinas terkait,” ujar dia mengakhiri.(RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*