Lawan COVID-19 Melalui Edukasi dan Pendekatan Persuasif, Katar Babelan Siap Bersinergi

Sie SDM Karang Taruna Kecamatan Babelan, Alfia Virgiandini.

BABELAN – Penyebaran angka COVID-19 semakin meningkat dengan munculnya varian baru virus Corona yang semakin membahayakan. Efeknya, apotek yang digunakan warga sebagai sarana pembelian dan pemasok obat mulai kewalahan dalam menangani resep, pemesanan hingga kehabisan stok obat yang dibutuhkan.

Demikian disampaikan Alfia Virgiandini selaku Sie SDM Karang Taruna Kecamatan Babelan, Rabu (30/06/2021).

Alfia menjelaskan, saat ini rumah sakit rujukan COVID-19 hanya menerima pasien yang teridentifikasi COVID-19 saja.
Masyarakat memerlukan edukasi dengan metode pendekatan persuasif, tidak cukup hanya dengan imbauan dan arahan dari media saja.

Lantas bagaimana kita bisa membantu menjawab kebingungan mereka?, menurut Alfia referensinya adalah firman Allah SWT :
“Tidaklah beriman salah seorang kamu apabila tidak mencintai saudaramu sebagaimana dia mencintai dirinya”.

Dia berkata, pemerintah punya kuasa dan budget untuk mengatur dan menentukan kebijakan, dunia usaha punya charity yang diarahkan dengan regulasi, dan Karang Taruna punya konsep out dari rumusan masalah yang ada.
Kenapa kita tidak duduk bersama pemerintah, dunia usaha dan komunitas peduli gerakan aksi cegah COVID-19?.

“Masyarakat membutuhkan edukasi langsung mengenai tips mudah cegah penyebaran COVID-19. Kita bisa menggerakan komunitas muda untuk memberi edukasi secara langsung, seperti anjuran untuk memakai masker dan pemberian masker gratis, bagaimana cara membersihkan lingkungan sekitar rumah yang tidak cukup hanya dengan penyemprotan cairan disinfektan sekali saja, akan tetapi masyarakat dibekali dengan pemberian cairan disinfektan ataupun cara membuat cairan tersebut secara homemade, serta edukasi bagaimana mengguanakan cairan tersebut dengan tepat,” terang dia.

Informasi yang didapat, papar Alfia, Alokasi Dana Desa (ADD) tidak kurang dari 65% digunakan untuk penanggulangan COVID-19 dari tahun 2019-2021.
Pertanyaannya adalah, bagaimana dengan perencanaan kegiatan sesuai dana tersebut sudahkah dievaluasi ?.

“Mulai saat ini mari kita mengevaluasi keimanan kita untuk membantu saudara-sudara kita, mari kita saling bergandeng tangan bersama membantu masyarakat di sekitar kita, mereka yang sudah terpapar COVID-19 menjadi tugas Tenaga Kesehatan, tugas kita adalah berbuat semampunya untuk memutus mata rantai penyebaran varian baru dari COVID-19,” tutur dia.

“Karena pada akhirnya tugas kita sebagai Zoon Politicon bukan hanya bersosial saja, tetapi bahu membahu untuk meringankan beban mereka, dan Karang Taruna siap membantu terlaksananya program tersebut,” tutur dia lagi. (RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*