BOJONGMANGU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PDSA), menggelar acara puncak peringatan Hari Air Sedunia ke 26 di Situ Abidin, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Kamis (22/03).
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memelihara air sebagai kebutuhan dasar kehidupan, baik secara kuantitas maupun kualitas. Salah satunya, dengan melakukan penghijauan, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS). “Penghijauan itu diperlukan sebagai upaya agar aliran air di sungai kembali menjadi normal. Sehingga, dari hulu tengah hingga hilir, air dapat mengalir dengan lancar dan disaat hujan atau debitnya tinggi, tidak banjir karena dilindungi oleh pepohonan atau hutan yang lebat dimana-mana,” ujarnya.
Sebaliknya, lanjut dia, disaat musim kemarau tidak akan terjadi kekeringan. Sebab, pasokan air tetap mengalir secara normal dan merata, meskipun debitnya kecil. Sementara realitas saat ini, sekitar 73 persen masyarakat menggunakan air bersih, sedang sisanya mengkonsumsi air kotor. Untuk memelihara kualitas air, Pemprov Jabar mengajak masyarakat untuk tidak mengotori sungai, ataupun sumber air lainnya yang mengalir. “Tidak boleh buang sampah, tidak boleh buang limbah industri, rumah tangga ataupun ternak. Pokoknya tidak boleh buang limbah apapun,” ungkap pria yang akrab disapa Aher itu.
Aher menambahkan, jika kedua komitmen itu dilakukan secara bersama-sama dan mendapat dukungan semua pihak, ia meyakini bahwa masyarakat Jawa Barat akan tetap memiliki air bersih yang memadai. “Insya Allah, kalau kedua komitmen itu kita lakukan, kita akan tetap memiliki air bersih yang memadai bagi kehidupan kita,” ucapnya.
Wakil Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menambahkan, Pemkab Bekasi mendukung upaya Pemprov Jabar. Mengingat air mutlak merupakan kebutuhan pokok bagi manusia dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari, baik yang berhubungan dengan aspek kesehatan maupun perekonomian dalam konteks pembangunan.
“Oleh karena itu, kita berkomitmen bahwa konsep pembangunan berwawasan lingkungan menjadi keharusan yang mutlak untuk dipedomani dalam rencana pembangunan. Agar dapat pelaksanaannya tidak hanya sekedar bertumpu pada kepentingan kesejahteraan masyarakat, akan tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara kelangsungan pembangunan, dengan terjaganya lingkungan hidup, terutama ketersediaan air bersih,” imbuhnya.
Pada puncak peringatan Hari Air Sedunia yang mengambil tema ‘Nature Based Solution for Water” itu, selain diisi dengan penanaman 1500 bibit pohon, juga dilakukan penebaran 500 ribu bibit ikan. Diantaranya, ikan nila, nilem, mas, dan ikan sepat.(ADV)
Leave a Reply