Jalur Angkot Tersingkir, Ketua Organda Desak Terminal Bekasi Ditertibkan

Ketua Organda Kota Bekasi, Ahmad Juaini.

BEKASI TIMUR-Ketua Organda Kota Bekasi Ahmad Juaini desak jalur pangkalan angkutan kota (Angkot), di Terminal Induk Bekasi Timur agar ditertibkan dan dikembalikan seperti semula demi kenyamanan pengguna jasa angkutan di Kota Bekasi.

“Pokoknya harus dikembalikan lagi jalur angkot seperti yang dulu, jalur 39, K.39B ada jalurnya masing-masing. Bus tiga perempat, Elf, K.11A,K.11B, K.09 pokoknya harus sesuai dengan jalurnya masing-masing,”ujarnya kepada awak media, Selasa (08/10/2019).

Diakatakan Juaini, saat ini kondisi terminal Bekasi begitu memprihatinkan, sebab bus AKAP dan AKDP mendominasi, bahkan banyak juga kendaraan bus yang menginap di terminal.

“Kan masing-masing Perusahaan memiliki poll (garasi),dulu saja ke Merak itu cuma dua PO doang. Cuma ada Arimbi sama Primajasa, kok sekarang ditambah-ditambah lagi, tetapi angkot semakin hilang karena tidak ada tempat buat ngetem (mangkal),”kata dia.

“Tetapi angkot selalu disalahkan bikin kemacetan di pintu keluar dan pintu masuk terminal. Padahal yang mengatur itu orang terminalnya sendiri. Mengambil retribusinya doang, tetapi tidak ada pengaturan, dan retribusi itu jelas enggak ke PAD, berapa itu?,”sambung Juaini.

Menurut Juaini, pemasukan dari angkutan itu banyak dan besar, tapi kenapa PAD Kota Bekasi (dari retribusi pajak angkutan) jadi jauh dan tidak sesuai target. Maka dari itu, kata dia, Organda siap membantu supaya pemasukan PAD (bidang angkutan) lebih baik lagi daripada sekarang.

“Tetapi harus transparan semua, dan siapa pelakunya, siapa yang enggak benar itu wajib ditindak. Tidak ada Undang-undang atau Perwal yang mengatakan bus bisa menginap di terminal, karena terminal bukan tempat bus menginap,” tukasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*