CIKARANG PUSAT-Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja angkat bicara soal dugaan pencemaran Kali Sukakarya, yang kondisi airnya keruh, berwarna hitam dan bau. Padahal Kali sukakarya biasa digunakan masyarakat setempat untuk mencuci bahkan digunakan mandi.
“Untuk penyelesaian pencemaran lingkungan atau sungai, nanti saya akan ajak semua jajaran DLH rapat di pinggir kali atau sungai biar bisa tahu langsung akar persoalannya,”kata dia yang diwawancarai usai memimpin sertijab 230 ASN di Aula Diskominfo lantai 4, Kamis (31/10/2019).
Dijelaskan Eka,Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan moto saat ini Bekasi Baru Bekasi Bersih,sehingga fokus membenahi apa yang menjadi agenda atau program yang sudah disusun.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi,Peno Suyatno mengatakan, saat ini pihaknya mengerahkan seluruh anak buahnya untuk memantau titik mana atau kali dan sungai mana saja yang mengalami pencemaran.
“Saya sudah membuat laporan dan menyampaikan langsung ke pimpinan, dan saya juga akan membuat yang namanya Satgas Kebersihan,”kata dia.
Peno menambahkan, pihaknya juga sudah mempersiapkan Pegawai Penyidik Lingkungan Hidup (PPLH) dalam urusan penanganan pencemaran lingkungan, namun sayangnya yang bisa melantik PPLH bukan dari Kabupaten Bekasi tetapi Kementrian LH langsung.
“Jujur demi Allah,saya sebagai anak Bekasi sekaligus asli Cikarang sangat miris dengan pencemaran lingkungan.Bahkan saya sudah melakukan sosialisasi ke perusahan-perusahan yang ada di Kabupaten Bekasi, dengan tujuan mengajak membangun Kabupaten Bekasi yang lebih baik,”pungkas dia.(DEJ)
Leave a Reply