BEKASI SELATAN-Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (DPC PBB) Kota Bekasi menghelat Musyawarah Cabang (Muscab) ke 5 untuk memilih Calon Ketua DPC periode 2020-2024 bertempat di Aula Lantai 2 RM Margajaya, Jalan Kemakmuran, Bekasi Selatan.
Berdasarkan AD/ART pemilihan Ketua DPC PBB hasil dari unsur suara, Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Badan Kehormatan Cabang (BKC), Majelis Pertimbangan Cabang (MPC), Pimpinan Anak Cabang (PAC), memunculkan tiga nama Bakal Calon Ketua DPC PBB Kota Bekasi yakni, Yanto Imron (Pengurus PAC Mustikajaya), Joko Utomo (Ketua DPC PBB 2014-2019), dan H. Kadirullah (Ketua PAC Bekasi Barat). Dari hasil pemilihan, Joko Utomo memperoleh 7 suara, Yanto Imrom 1 suara dan Kadirulloh 1 suara.
“Mekanisme PBB dari hasil mukhtamar ke 5 di Belitung kemaren pada bulan September, bahwa penentuan Ketua DPC terpilih tidak dilakukan melalui Muscab, tetapi diputuskan oleh DPP. Jadi Muscab hanya berkewenangan untuk memilih calon,”ujar Joko Utomo, Ketua DPC PBB Kota Bekasi kepada awak media, Selasa (24/12/2019).
Dikatakan Joko, setelah diusulkan, nama calon akan diserahkan ke DPP untuk dipilih, kemudian DPP yang menentukan siapa nama calon ketuanya. Lalu akan didampingi oleh 2 fungsionaris DPW untuk menyusun kepengurusan DPC Kota Bekasi secara lengkap.
“Jadi perjalanan masih panjang. Meskipun orang mengatakan mungkin suara terbanyak punya kans lebih besar, belum tentu juga, siapa tau kemudian nanti propertes-nya lebih bagus calon lain,mungkin saya akan lewat,”terangnya.
Menurutnya,meskipun hanya 6 yang hadir dari 12 PAC yang ada di Kota Bekasi, namun pemilihan suara ini dinyatakan sudah quorum, karena sesuai aturan pelaksanaan Muscab hak suara sah ada 13.
“Jadi kalau kita lihat 13 hadir 9 maka sudah lebih dari quorum. Lebih dari setengah, maka kita berharap ini sudah sah karena sesuai dengan aturan,”jelasnya.
Joko mengungkapkan saat ini keberadaan PBB di Kota Bekasi sangat tidak diperhitungkan, terbukti dengan tidak hadirnya Wakil Wali Kota Bekasi memenuhi undangan Muscab padahal sudah janji datang.
“Sudah janji datang tapi tidak datang. Dari pemerintahan, mulai dari KPU, Bawaslu,Polres,Kodim, dan hanya Polsek yang datang. Tapi gak tau itu karena proses pengamanan di wilayah atau diutus dari Polres. Tapi yang jelas saya melihat itu, termasuk Wali Kota sendiri undangan sudah masuk tapi tidak datang. Janji tinggal janji,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, dengan tidak hadirnya para undangan, dirinya menyimpulkan bahwa PBB tidak diperhitungkan di Kota Bekasi dan hanya dianggap sebelah mata, tetapi hal itu justru menjadikan cambuk bagi partainya untuk lebih bersemangat lagi.
“Kami tidak kecewa,justeru ini menjadi lecutan buat kami, ke depan kita harus eksis. Hal-hal yang greget itu akan kami upayakan. Greget yang positif ya,bukan yang ngaco, itu enggak,” pungkasnya. (RAN)
Leave a Reply