BEKASI SELATAN- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi menghelat Konsolidasi dan Penetapan Struktur Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) se-Kota Bekasi di Lounge XXI Giant, Kayuringin,Bekasi Selatan.
Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Ahmad Ustuchry menyatakan, anak-anak muda generasi milenial sangat penting untuk menentukan nasib dalam kebijakan-kebijakan politik ke depan, oleh karena itu PKB merekrut kaum milenial.
“Kenapa milenial penting, Lembaga Survey Indonesia (LSI) menyatakan pada Pemilu 2019, 40 sampai 50% peserta pemilu kemarin yang memilih adalah generasi milenial,” ujarnya kepada Bekasiekspres.com di sela kegiatan konsolidasi, Kamis (13/02/2020) malam.
Menurutnya, kaum milenial memiliki rasa keingintauan yang sangat tinggi, tetapi mereka juga gampang diajak bekerjasama atau berkolaborasi serta paham tekhnologi. Mereka bisa menjadi berkah kalau dikelola dengan baik, tetapi juga bisa menjadi bencana di tengah suhu politik sangat tinggi, karena mereka bisa menggerakan semua gelombang baru hanya lewat ujung jari, lewat medsos dan sebagainya.
“Oleh karena itu kita harus mampu menarik perhatian kaum milenial dalam kehidupan berdemokrasi dan berpolitik. Karena mereka mempunyai potensi di partisipasi politik dan juga sensitif menilai kebijakan atau peraturan. Oleh karenanya tiga faktor yang mempengaruhi pergerakan kaum milenial ini harus sangat kita perhatikan,”beber Ustuchry.
Politisi yang juga anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi ini mengungkapkan, PKB telah mencermati adanya isu-isu penting di kalangan kaum milenial, diantaranya tentang pengangguran dan akses tempat tinggal. Menghadapi tantangan bonus demografi di era revolusi industri 4.0, PKB akan merekrut generasi milenial sebagai DPAC PKB Kota Bekasi.
Demografi sendiri menurut Ustuchry adalah keadaan di mana yang bekerja lebih banyak dari yang tidak bekerja (tidak bekerja karena sudah pensiun atau masih sekolah di umur 15 sampai 64 tahun).
“Maka PKB mengambil kebijakan, ketua PAC paling senior umur 35 tahun, dewan syuro bisa usia di atasnya. Awalnya para pengurus bertanya-tanya, tapi kita yakinkan,”tukasnya.
Sekedar diketahui, kegiatan dihadiri oleh segenap jajaran dan pengurus PKB, juga nampak hadir di antaranya Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhiyanto serta Sekjen PC Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bekasi, Ayi Nurdin. Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil & tahmid untuk almagfurlah KH. Solahudin Wahid (Tokoh NU / pimpinan Ponpes Tebu ireng) dan almagfurlah KH. Ahmad Bagja / tokoh NU/PKB). (RAN)
Leave a Reply