Kepala UPTD Tepis Kabar Hoaks Pasar Babelan Bakal Ditutup

Pasar Babelan (ist).

BABELAN- Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pengelolaan Pasar Babelan menepis kabar yang menyebutkan operasional pasar akan ditutup selama enam hari.

“Kabar itu gak benar alias hoaks.Jika kami akan menutup pasar harus mengacu pada Surat Edaran (SE) Kepala Daerah ataupun instruksi dari Dinas Perdagangan.Sampe saat ini kami blom terima itu, baik SE maupun instruksi,” ungkap Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Babelan, Hendra Sudarman kepada bekasiekspres.com melalui selularnya, Senin (30/03/2020).

Hendra pun meminta masyarakat, khususnya emak- emak yang kerap belanja di Pasar Babelan untuk tidak gampang percaya dengan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Menurut dia, informasi hoaks itu justru menimbulkan kepanikan di masyarakat Babelan.Padahal, pasar adalah sangat urgent dan vital untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Bahkan kata dia, pasar adalah sumber pendapatan ekonomi para pedagang dan masyarakat setempat.

“Apa jadinya kalo pasar ditutup?, saya gak bisa bayangkan dampak besar apa yang akan terjadi pada masayarakat Babelan.Saya pastikan Pasar Babelan tetap buka seperti biasa, dan silahkan berbelanja ke sini,”tegas Hendra.

Hendra menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Pasar Babelan. Diantaranya, papar dia, mengeluarkan imbauan agar tidak berkerumun saat berbelanja, juga telah menyemprot disinfektan di lingkungan pasar.

“Kami sudah dua kali semprot disinfektan di seputaran pasar pada pekan lalu, bahkan besok (Selasa,31/03/2020) kembali akan menyemprot disinfektan secara besar-besaran hingga permukiman warga di sekitar pasar,” jelas dia.

Dia juga mengaku telah menyediakan handsanitizer di pintu masuk, parkiran, tangga hingga los masuk ke pasar.

“Intinya Pasar Babelan tidak tutup dan siap melayani masyarakat yang ingin berbelanja memenuhi kebutuhan pokoknya,” demikian Hendra mengakhiri.

Sebelumnya santer beredar kabar yang menyebut Pasar Babelan akan ditutup mulai tanggal 01 April 2020 hingga 06 April 2020.Kabar itu menjadi bahan diskusi emak- emak, dan mirisnya lagi mayoritas dari mereka percaya dengan informasi hoaks tersebut.(ZAL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*