BEKASI TIMUR – Bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya mungkin sudah tak asing atau justru bertanya-tanya, jika melihat mobil Kijang tua berwarna gelap dengan penutup belakang yang di pintunya bertuliskan Unit TKP Polsek Bekasi Timur, tengah melintas.
Hal itu amatlah wajar, sebab memang mobil tersebut selalu menjadi yang terdepan jika ada peristiwa kriminal maupun kecelakaan di lingkup wilayah Polres Metro Bekasi Kota. Namun umumnya masyarakat kurang mengetahui siapa sosok pengendara yang mengoperasikan kendaraan tersebut.
Beliau adalah pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah dengan nama asli Kodim atau akrab disapa Pak Kodim (71 tahun), seorang kakek dengan 4 orang anak dan 16 cucu yang kini tinggal menetap berdua dengan istrinya di Perum Margahayu Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Menjadi bagian tim evakuasi Kepolisian, Pak Kodim mengungkapkan bahwa ia bukanlah seorang polisi ataupun pensiunan, namun hanya masyarakat sipil yang merasa terpanggil hatinya dengan bekerja secara suka rela sebagai pengemudi mobil evakuasi TKP Polsek Bekasi Timur.
“Saya bergabung di Pokdar Polsek Bekasi Timur pada tahun 2000, tapi saya mengoperasikan mobil ini dari tahun 2003, menjadi tim evakuasi di delapan Polsek yang berada di lingkup Polrestro Bekasi Kota,” kata pak Kodim kepada awak media, Sabtu (13/03/2021).
Dituturkanya, sebagai tim evakuasi tak jarang dirinya mengerjakan sesuatu yang mungkin orang lain tak sanggup melakukannya. Meskipun hanya bekerja sosial tanpa gaji atau tunjangan apapun dari kepolisian, serta harus bersiaga penuh 24 jam sewaktu-waktu ada panggilan dari handphone maupun Handie Talkkie (HT) jika ada TKP, namun ia merasa senang hati.
“Enggak ada. Semuanya itu pribadi saja. Jadi untuk operasional dari polisi enggak ada, dari Polres maupun Polsek, itu uang dari kantong pribadi semua. Jadi untuk bensin, kerusakan mobil, itu biaya sendiri,”jelas dia
“Awal mula diserahkan pun mobil tersebut dalam keadaan rusak, dan saya betulkan menggunakan uang pribadi hampir dua jutaan,”imbuhnya.
Kendati bekerja tanpa imbalan, namun pak Kodim mengaku semuanya dijalani dengan sukarela dan ikhlas hati dengan niat untuk beribadah. Sedangkan penghasilan dalam keseharian, Pak Kodim mengaku dirinya memiliki usaha penitipan sepeda motor di rumah tinggalnya di bilangan Bekasi Timur.
“Usaha penitipan motor, dulu banyak yang nitip, tapi selama Covid-19 pendapatan ya berkurang, paling 15 sampe 20 motor sehari. Kalau saya lagi keluar misal ada TKP atau pengamanan, seringnya kalau soal makan, ngopi, dan rokok suka dikasih sama anggota,”terangnya.
Lebih lanjut Pak Kodim mengemukakan, dirinya memiliki harapan ingin sekali mendapat ganti mobil operasional dengan armada yang lebih laik dari yang sekarang ia pakai.
“Pinginya sih, mobilnya diganti yang lebih mudaan, karena yang ini sudah tua dan kurang laik lagi, mesinnya sudah sering rewel,” ujarnya mengakhiri. (RAN)
Leave a Reply