Normalisasi Kali dan Sumur Resapan Jadi Solusi LPM Ciketing Udik Mengatasi Banjir di Wilayah

Kegiatan pembuatan sumur resapan di Kelurahan Ciketing Udik.

BANTAR GEBANG – Pengaduan warga menyangkut persoalan banjir dan genangan air di pemukiman selepas hujan turun, menjadi perhatian LPM Ciketing Udik untuk segera mengantisipasi.

Dikatakan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Salim Samsudin, untuk mengatasi perihal tersebut saat ini pihaknya tengah mengupayakan normalisasi kali yang terhubung dengan saluran-saluran air di wilayah.

“Karena saluran air besar (kali) yang sudah lama ada tidak dilakukan perawatan, tentunya menjadi dangkal, dan hasil evaluasi dari banyaknya titik genangan air ini kita rumuskan, salah satu penanganannya banjir melalui normalisasi saluran,” kata Salim Syamsudin kepada awak media, Selasa (23/03/2021).

Selain melakukan normalisasi saluran air kali, Samsudin memaparkan, pihaknya juga membuat sumur resapan pada titik genangan yang tidak terlalu dalam dan membuat saluran baru, serta melakukan pengerukan sampah di 6 titik banjir diantaranya yang berada di wilayah RW 01,RW 02 dan RW 07 Kelurahan Ciketing Udik.

“Karena sampai hari ini belum ada penanganan dari pemerintah kota, sekiranya kita mampu ya kita handle, “terangnya.

Untuk penyebab banjir sendiri, Salim Samsudin menduga karena banyak saluran yang belum terintegrasi ke kali besar, dan hanya tertuju ke polder. Sementara menurut dia, polder yang ada saat ini sudah tidak memadai dalam menampung debit air pada waktu turun hujan.

“Contoh yang ada di wilayah pangkalan lima dan enam, itu harusnya bisa kita arahkan ke kali Cilengsi,  tapi saat ini semua mengarah ke polder. Sementara outlet polder itu sendiri terhambat dalam pembuangan ke Kali Asem,”jelasnya.

Terkait penanganan banjir dan genangan air di wilayahnya, lebih lanjut Salim Syamsudin mengimbau dan mengajak masyarakat Ciketing Udik untuk sama-sama menjaga dan merawat saluran yang telah ada.

“Minimal jangan membuang sampah sembarangan, dan ketika ada sampah di saluran ya pungut. Dengan sendirinya kesadaran masyarakat ini akan membantu kita dalam perawatan saluran-saluran yang ada,” pungkasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*