BEKASI TIMUR – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Asep Gunawan menyebut beda data setoran PAD dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) dengan data yang dimiliki Bapenda karena ada kesamaan identifikasi kode billing (tagihan).
“Oh, itu terjadi karena billing. Billing-nya sama kode rekeningnya, kalau kita bikin lebih gampang lagi antara Dinas Perindag dengan Distanikan (DKPPP) itu sama, kode yang buat setorannya masuk ke Disperindag. Kemarin kita sudah tindaklanjuti memang benar terjadi itu,” kata Asep Gunawan di Kantor DPRD Kota Bekasi, Rabu (14/08/2024).
Asep menjelaskan, kesamaan identifikasi kode billing terjadi karena sama – sama setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari kios pasar.
“Kode penyetor itu dari kios pasar yang Disperindag, Distanikan juga, jadi digabung begitu, d isitu saja miss – nya, tapi sekarang sudah selesai, saya sudah panggil bendahara penyetornya, komunikasi juga dengan kepala dinas, sekretaris saya juga sudah komunikasi juga, cuma itu saja kesalahan teknisnya,”ujarnya.
Sebelumnya, Pemkot Bekasi mengumumkan data terkait capaian PAD dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kegiatan apel rutin di plaza Pemkot Bekasi pada Senin (12/08/2024) lalu.
Menurut data yang diumumkan, DKPPP Kota Bekasi mendapat predikat OPD dengan Raihan PAD terendah dengan capaian sebesar 31, 16 persen. Pada kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Raden Gani Muhammad juga menyematkan selempang hitam kepada setiap OPD dengan capaian PAD rendah. Hal itu menurut Pj Gani dimaksudkan sebagai pemecut agar OPD dapat meningkatkan target PAD.
Saat dikonfirmasi mengenai capaian PAD, Sekretaris DKPPP Kota Bekasi, Arief Supriyanto menyangkal instansinya telah memperoleh capaian PAD terendah. Dirinya justru menyayangkan Bapenda yang menurutnya telah memberikan data tidak akurat dan tidak sesuai dengan data yang dimiliki DKPPP.
“Capaiannya tadi berbeda, didata ini kan 31,16 persen. Padahal saya check di dinas itu uang retribusi yang masuk dari dua UPTD sekitar 58, 07 persen. Buktinya ada, data di kami ada, dan sudah diterima oleh petugas Bapenda, terakhir disetor pada 6 Agustus,”tandasnya. (RAN)
Leave a Reply