BEKASI TIMUR – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) salurkan bantuan paket sembako untuk warga masyarakat Kota Bekasi yang terdampak banjir di Kelurahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Agung (Kajagung) RI, Dr. ST Burhanudin menyerahkan langsung bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga.
“Sedikit ada rasa empati dari kami, bagaimanapun juga kesedihan mereka adalah kesedihan kami. Memang pemberian kami tidak seberapa, tapi setidak – tidaknya bahwa kami bisa untuk melakukan hal yang lebih baik lagi,” kata Jaksa Agung ST Burhanudin di Bekasi Timur, Jumat (07/03/2025).
Jaksa Agung menuturkan, selain memberikan bantuan paket sembako untuk warga Bekasi Jaya, pihaknya juga berencana akan mengirimkan truk pengangkut sampah dan kasur. Serta, menyerahkan bantuan ke wilayah lain yang turut terdampak banjir di Kota Bekasi, seperti Bekasi Selatan, Jatiasih dan lainnya.
“Pesan saya kepada warga, terima kondisi musibah ini. Semua ini pasti ada hikmah dan jalan keluarnya,”ujarnya.

Sementara itu, Camat Bekasi Timur, Fitri Widyati menyampaikan ungkapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan Kejagung untuk warga masyarakat RW.08 Kelurahan Bekasi Jaya.
“Kami mewakili masyarakat Bekasi Jaya yang terdampak banjir mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan juga perhatian dari seluruh elemen, karena hari ini Pak Kajagung hadir di tengah – tengah warga Bekasi Jaya,”kata Camat Fitri.
Lebihlanjut, ia mengungkapkan jumlah korban banjir di Kecamatan Bekasi Timur sekitar 8200 KK dari 25 titik yang ada. Kemudian untuk jumlah jiwa secara keseluruhan yakni sekitar 21 ribu jiwa.
“Nah, ini dari 4 kelurahan ada tiga yang banjir dan ada 1 kelurahan yang tidak terdampak banjir. Sedangkan untuk warga RW 08 Bekasi Jaya sendiri, ada sekitar 900 jiwa dari 316 Kepala Keluarga (KK),”terangnya.
Kemudian, mengenai penanganan warga yang terdampak pasca banjir, Fitri mengatakan, pihaknya kini sedang giat melakukan pembersihan lingkungan dan membuka posko kesehatan, juga melakukan pengobatan secara jemput bola ke masyarakat.
“Karena pada saat itu ada beberapa posko kesehatan yang buka di satu titik, masyarakatnya juga tidak ada yang datang karena mereka sibuk bersih – bersih lumpur. Jadi polanya kira ubah, kami yang datang ke tiap – tiap rumah,”pungkasnya. (RAN)
Leave a Reply