Polsek Kedungwaringin Silaturahmi Bareng Tokoh Agama dan Masyarakat

Kapolsek Kedungwaringin, tokoh agama dan tokoh masyarakat berkumpul di Mapolsek setempat.

KEDUNGWARINGIN – Jajaran Kepolisian Sektor Kedungwaringin mengundang beberapa para tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam rangka kegiatan Silaturahmi Lintas Agama, aparat kepolisian dan aparat TNI yang dilaksanakan di ruang aula Mapolsek Kedungwaringin Jl. Raya Bojongsari no. 51 Kecamatan. Kedungwaringin. Sabtu (24/02) siang.

Acara tersebut dihadiri puluhan tokoh masyarakat, tokoh agama, Danramil, dan ketua MUI setempat.

Dalam sambutannya, Kapolsek Kedungwaringin AKP Akhmadi mengajak seluruh pemuka agama untuk menjalin silaturahmi aktif guna mendeteksi dini situasi kamtibmas di wilayah. Apalagi, kata dia, saat ini banyak penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama lainnya.

Ia pun meminta apabila menemukan sesuatu yang notabene mengganggu keamanan, maka segera melapor ke pihak kepolisian.

“”Tahun ini merupakan tahun politik, kita semua mempunyai peran dalam melaksanakan dan mendukung kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Danramil Kedungwaringin, Kapten Inf. Fatwal Nul Danramil ikut menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yg sangat baik, karena bisa saling kenal dan memelihara silaturahmi, serta dapat menciptakan sinergitas.

Dijelaskan, tahun ini merupakan tahun politik, semua mempunyai peranan dalam melaksanakan dan mendukung kebijakan pemerintah.

“Saya berharap kita semua menghindari gesekan politik, sehingga dapat menghindari perpecahan dalam persatuan. Segala informasi bisa sangat cepat melebar melalui media sosial. Harapan kami 3 Pilar, semoga kita tidak mudah terkena isu dan terpecah belah. Saya titip pesan kepada bapak dan ibu sekalian, karena ini tahun politik tolong jaga anggota saya para Bhabinsa agar dapat menjaga netralitas dalam menghadapi Pemilukada,” pesan Danramil.

Menanggapi kegiatan tersebut, Ust. Abdul Basyit, Ketua MUI Kedungwaringin menginginkan tokoh lintas agama selalu beriringan dan saling menyapa, karena kata dia, sangat kurang etis bila sesama tokoh agama tidak saling mengenal.

“Saya tidak bisa bicara terlalu jauh, karena saya yakin untuk masyarakat Kedungwaringin semuanya beragama. Kemungkinan besar tidak ada masyarakat yang komunis ataupun atheis. Bicara mengenai agama, pasti semuanya mempunyai tokoh yang dianggap penting,” kata Abdul Basyit.

“Semua peristiwa ini berawal dari percikan kecil seperti masalah hoax. Saya harapkan ada kerjasama dengan aparat desa maupun dengan pihak kepolisian demi menghindari percikan kecil menjadi besar,” sambungnya. (FUL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*